Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lowongan Pekerjaan Kota Malang Masih Jauh di Bawah Angka Pengangguran

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 20 September 2024 | 22:00 WIB
Infografik Peluar Kerja di Malang Raya.
Infografik Peluar Kerja di Malang Raya.

Optimalkan Pendataan Pencari Kerja dan Kebutuhan Perusahaan

MALANG KOTA – Persaingan mendapatkan pekerjaan di Malang Raya terbilang ketat.

Itu bisa dilihat dari jumlah pengangguran dibanding lowongan pekerjaan yang ditawarkan berbagai perusahaan.

Perbandingannya bisa mencapai 10 kali lipat.

Misalnya di Kota Malang.

Jumlah pengangguran pada 2023 lalu mencapai 31.286 orang.

Sedangkan rata-rata lowongan pekerjaan yang tersedia hanya sekitar 3.000 per tahun.

Pemerintah daerah di Malang Raya sebenarnya belum memiliki data riil lowongan pekerjaan yang tersedia di wilayah masing-masing.

Perkiraan angka lowongan pekerjaan biasanya didasarkan pada pelaksanaan job fair.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Arif Tri Sastyawan menyampaikan, setiap tahun rata-rata terselenggara 15 job fair di Kota Malang.

Sekali penyelenggaraan biasanya menawarkan 200 lowongan.

Artinya tersedia sekitar 3.000 lowongan pekerjaan setiap tahun.

Jumlah hanya 10 persen dibanding angka pengangguran Kota Malang.

Pada saat yang sama, ada juga warga dari daerah lain yang juga mengadu nasib di Kota Malang.

”Meskipun lowongan pekerjaan masih sedikit, tetapi tingkat pengangguran di Kota Malang selalu menunjukkan penurunan tiap tahun,” terang Arif.

Pada 2021, pengangguran di Kota Malang terdata 46.542 orang.

Kemudian menurun menjadi 34.678 orang pada 2022.

Tahun lalu juga kembali menurun menjadi 31.286 orang.

Terciptanya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang dinilai turut membantu penurunan angka pengangguran.

Termasuk kehadiran Malang Creative Center (MCC) yang membuka lapangan pekerjaan baru pada bidang ekraf.

Arif berjanji membuat terobosan baru untuk penanganan pengangguran.

Yakni melakukan pendataan by name dan by address serta kemampuan yang dimiliki orang belum mendapatkan pekerjaan mulai tahun depan.

”Sesuai arahan Pj Wali Kota, nanti perusahaan wajib melaporkan kebutuhan karyawan. Kami akan sesuaikan data pengangguran yang nanti lebih detail,” jelas Arif.

Perlu Perubahan Mindset Kota Batu juga berhasil menurunkan angka pengangguran selama setahun terakhir.

Jika pada 2023 lalu terdata 4.024 orang, sampai Agustus tahun ini tersisa 1.637 orang di Agustus 2024.

”Kalau yang memiliki kartu tanda pencari kerja atau AK1 sekitar 412 orang,” kata Sekretaris Disnaker Kota Batu Adiek Iman Santoso.

Dia mengatakan, angka pengangguran dan pencari kerja sangat fluktuatif.

Angkanya bisa berubah sewaktu-waktu.

Namun pihaknya akan terus berusaha meng-update data pencari kerja agar bisa dibantu penyalurannya ke perusahaan yang membutuhkan.

Menurut Adiek, lowongan kerja cukup terbuka di Kota Batu.

Perusahaan yang ingin membuka lowongan biasanya akan menghubungi Disnaker.

Kemudian pihaknya melakukan promosi melalui Instagram.

Sejak Januari hingga Agustus tahun ini sudah ada 105 lowongan yang dipromosikan.

Disnaker Kota Batu juga menyediakan job fair untuk para pencari kerja.

Dalam setahun job fair dilakukan sekali.

Pesertanya 19 perusahaan se-Malang Raya.

Dari job fair itu diketahui kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.475 orang.

Sayangnya, tak semua pencari kerja cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Kadang ada pencari kerja yang memenuhi kualifikasi sesuai lowongan.

Tapi ternyata ditempatkan di luar Kota Batu.

Akhirnya pencari kerja itu memilih menganggur.

Masalah lainnya juga masih terkait mindset warga Kota Batu.

Meski job fair sudah dilaksanakan, ada saja yang lebih memilih membuka warung.

Bahkan lebih suka menganggur sambil menunggu pekerjaan yang disukai.

Banyak Perusahaan di Kabupaten Sementara itu, sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) menunjukkan terdapat sekitar 1.500 perusahaan di Kabupaten Malang.

Artinya, kesempatan kerja sektor formal di Kabupaten Malang cukup banyak.

Hal tersebut juga tecermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) setelah pandemi Covid-19.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menyebutkan, pada 2022 terdapat 97.319 orang yang menganggur.

Sementara angkatan kerjanya mencapai 1.481.324 orang.

Artinya TPT mencapai 6,57 persen.

Tahun lalu jumlah pengangguran terbuka menurun menjadi 86.484.

Sementara angkatan kerjanya naik menjadi 1.516.928 orang. Artinya TPT menurun 5,7 persen.

“Dari data tersebut, sekitar 10.835 orang pengangguran berhasil dientaskan,” ucap Yekti saat ditemui beberapa waktu lalu.

Penurunan angka pengangguran terus diupayakan melalui optimalisasi data potensi kerja.

Misalnya, Kabupaten Malang memiliki sekitar 140 pabrik rokok.

Tenaga packing maupun giling jelas membutuhkan puluhan hingga ratusan orang.

Hal yang sama juga dilakukan melalui job fair di SMK.

Di Kabupaten Malang terdapat sekitar 143 SMK di Kabupaten Malang.

”SMK Pusat Keunggulan (PK) wajib membuat job fair,” ucap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Tri Darmawan.

Setiap job fair diikuti 12-25 perusahaan pemberi kerja.

Setiap perusahaan biasanya menawarkan 5-10 lowongan kerja.

Jika ditotal, dalam satu kali job fair SMK terdapat sekitar 60-250 lowongan kerja.

Pejabat eselon III B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menjelaskan, setiap acara job fair selalu mengundang Disnaker Kabupaten Malang.

Sehingga, disnaker dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan pemberi kerja sekaligus sistem job fair di SMK. (adk/ sif/yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#lowongan pekerjaan #di bawah #Angka Pengangguran #Kota Malang