MALANG KOTA - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang melonjak.
Selama Januari hingga Agustus lalu, tercatat 48.309 turis asing melancong ke Bumi Arema.
Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan 2023 yang hanya sebanyak 37 ribu wisman.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Lita Irawati mengatakan, para turis mancanegara tersebut berkunjung ke beberapa destinasi wisata.
”Yang masih menjadi favorit yakni kampung tematik, seperti Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kampung Warna-Warni, dan Kampung Tridi,” kata dia.
Melonjaknya angka kunjungan turis asing dikatakan Lita disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah libur musim panas di Eropa.
Sebagian turis memilih untuk berlibur ke Indonesia.
Mengingat libur musim di Eropa bisa lebih dari sebulan.
Di sisi lain juga mulai banyaknya destinasi wisata di daerah-daerah sekitar Kota Malang.
Terutama wisata alam di Kabupaten Malang yang membuat turis memilih Kota Malang sebagai persinggahan.
Tak hanya turis asing, Lita juga menjelaskan kunjungan wisatawan domestik juga cukup bagus.
”Dalam waktu tiga hari saat long weekend saja bisa 8 ribu lebih wisatawan domestik yang datang,” tutur pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Ia menyebut kunjungan ke Kampoeng Heritage Kajoetangan setiap harinya bisa mencapai 500 hingga 100 wisatawan.
Angka kunjungan tersebut mendorong pemenuhan target kunjungan tahun ini yang sebanyak 3,1 juta wisatawan.
Sementara hingga Agustus baru mencapai 1,3 juta kunjungan wisatawan.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, tren peningkatan wisatawan juga dirasakan oleh para pengusaha hotel.
Tingkat okupansi hotel yang ada di Kota Malang mencapai 60 persen.
Saat libur beberapa hotel bisa mencapai 100 persen.
”Yang terpenting kota tetap kondusif, maka tren itu terjaga,” kata Agoes. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana