MALANG KOTA - Karakter animasi Baby Zu memenuhi Car Free Day (CFD) Ijen kemarin pagi (13/10).
Boneka maskot Momo, tokoh utama Baby Zu tidak sepi dikerumuni pengunjung.
Mereka ingin berfoto dan menyentuh animasi monyet berwarna merah tersebut.
Tak hanya itu, berbagai games seru juga memeriahkan Pre-Launching serial anak-anak karya Arek Malang tersebut.
Ribuan pengunjung CFD juga diajak senam Tralala Hu bersama.
Mulai dari orang tua hingga anak-anak ikut antusias senam bersama.
Selain itu, juga terdapat lomba mewarnai yang diikuti ratusan anak dan juga game-game seru seperti fun walk dan juga ular tangga raksasa.
Tak hanya anakanak, para orang tua ikut larut dalam keseruan bareng Baby Zu tersebut.
Executive Producer Baby Zu Adithya Yustanto mengatakan, akan banyak lagi lagu anak yang dapat disaksikan di YouTube Baby Zu Official.
Saat ini Baby Zu sudah memiliki lebih dari 80 lagu anak original.
”Akan rilis di Youtube setiap Jumat dan Minggu,” tuturnya.
Pada CFD tersebut juga dikenalkan tokoh-tokoh Baby Zu selain Momo. Yakni Cici Kelinci, Blue si Anjing, Bubu Beruang, Gajah, Chui si Domba, Kuro si Kura-Kura, Oli si Bebek.
Dan juga tokoh guru, Bu Risma Burung Hantu, dan Pak Mau Harimau.
Serial Baby Zu terdiri dari tiga pilar utama yakni bernyanyi, bermain, dan belajar.
Lagu-lagu yang ditampilkan berdurasi 2-3 menit, terdiri dari lagu original Baby Zu dan juga lagu-lagu anak yang sudah terkenal.
Kemudian episode belajar akan berisi pelajaran-pelajaran anak-anak pre-school seperti pengenalan angka, huruf, hingga kata.
Konten tersebut dibuat dari keresahan Adith dan teman-teman seperjuangannya masih banyak anak yang speech delay.
”Agar karakter di dalamnya benar-benar hidup juga terdapat serial episodik,” tutur Adith.
Grand Launching Baby Zu akan dilakukan di Jakarta pada Desember nanti.
Pre-Launching di CFD tersebut untuk mengenalkan serial animasi tersebut kepada masyarakat Malang.
Adith berharap Baby Zu dapat menjadi jawaban atas keresahan akan kurangnya konten anak yang sesuai usianya.
”Baby Zu tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik,” ungkap Adith. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana