MALANG KOTA - Selain gaji dan tunjangan, aparatur sipil negeri (ASN) di Kota Malang memiliki fasilitas untuk membeli rumah.
Salah satunya melalui program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Kota Malang.
Namun, belum semua ASN di Kota Malang mengajukan Tapera karena terganjal status BI checking.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso, yang terkendala status BI checking sekitar 30 persen dari total 6.944 ASN.
Kalau dihitung sekitar 2.803 orang.
Rata-rata adalah ASN kalangan milenial.
”Padahal, untuk bisa mengikuti Tapera ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” ujar Erik dalam acara Audiensi dan Sosialisasi Tapera di Lingkungan Pemkot Malang di Malang Creative Center (MCC) kemarin (14/10).
Erik menambahkan, ASN yang mengikuti Tapera akan terkena potongan sepertiga gaji.
Untuk itu, ASN harus pandai mengontrol pengeluaran.
”Kalau gajinya habis, asumsinya bagaimana nanti yang bersangkutan memenuhi kebutuhan primernya?” imbuh dia.
Karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi tentang Tapera kepada para ASN.
Utamanya mereka yang baru saja lolos rekrutmen.
Tujuannya agar mereka mengetahui bahwa program Tapera bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah dengan harga murah.
Apalagi saat ini pemkot juga sudah membangun beberapa perumahan ASN.
Perumahan ASN sudah dibangun di Kelurahan Lesanpuro sebanyak 30 rumah.
Ada juga di Kelurahan Tlogomas yang memiliki 64 rumah.
Sementara di Kelurahan Bandulan dibangun 294 rumah.
Untuk saat ini totalnya sudah mencapai 388 rumah.
Pemkot masih akan terus melakukan pembangunan hingga tersedia 560 rumah.
Angka itu sebenarnya masih jauh dari cukup.
Sebab, animo untuk memiliki rumah di perumahan ASN mencapai 2.000 orang.
Plt Sekretaris Badan Kepegawaian Dan Sumber Daya Manusia Kota Malang (BKPSDM) Kota Malang Hendru Martono menambahkan, kebanyakan ASN baru mengambil Tapera saat pensiun.
Belum ada yang memanfaatkan untuk membeli atau merenovasi rumah.
Padahal, kini pemkot sudah memiliki perumahan ASN.
Prioritasnya untuk golongan pertama dan kedua.
”Ke depan kami masih akan mengkaji agar kuota rumah semakin banyak,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana