MALANG KOTA - Sebanyak 20 disabilitas daksa dan tuli mengikuti pelatihan keterampilan digital marketing di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Multimedia PDM Kota Malang, kemarin (25/10).
Pematerinya berasal dari Ngalup Collaborative Network (Ngalup. co) dan Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
Mereka tampak didampingi penerjemah bahasa isyarat.
CEO Ngalup.co Andina Paramitha mengatakan, pihaknya memberikan dukungan berupa modul materi pembelajaran dan konten yang menarik.
Dalam kesempatan tersebut, ada tiga materi yang dia sampaikan.
Seperti materi Effective Social Media Planning.
”Peserta dibimbing untuk merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan bisnis di media sosial secara efektif,” tuturnya.
Kemudian ada materi Copywriting 101 dan metodenya.
Peserta dibimbing untuk memahami bagaimana copywriting bekerja dan berdampak pada media sosial.
Terakhir, yakni materi Crafting Content & Effective Ads.
Peserta dibimbing untuk memahami bagaimana iklan bekerja serta meramu rumus ajaib bikin konten sosial media, rahasia setting iklan, dan trik analisis iklan agar maksimal.
”Peserta juga akan dibimbing untuk praktik langsung penerapan ads melalui media sosial dengan budget tertentu,” kata Andien.
Dengan menguasai bidang tersebut, penyandang disabilitas bisa mandiri secara finansial.
Fani, Perwakilan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kabupaten Malang menambahkan, media digital menjadi peluang bagi semua orang, termasuk disabilitas.
”Yang paling banyak dibutuhkan itu cara edit video,” tuturnya.
Mulai dari pengambilan gambar, hingga bagaimana menata klip-klip video agar runtut dan menarik.
Sehingga, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dapat menjadi ajang belajar teman-teman disabilitas.
”Kami berdiskusi dan bisa bertanya sepuasnya,” tuturnya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana