MALANG KOTA - Batas pengunggahan video Lomba Literasi Siswa jenjang SMP sudah berakhir.
Tim juri sudah menentukan sekolah-sekolah dengan program literasi terbaik.
Dalam proses penilaian kemarin (4/11), tim juri yang terdiri dari seluruh pengawas SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, profesional bidang literasi, dan juga Jawa Pos Radar Malang memutar satu per satu hasil video.
Nantinya, akan ditentukan 15 sekolah terbaik.
Koordinator Pengawas SMP Kota Malang Siswanto SPd MT mengatakan, ada 116 sekolah yang turut andil dalam lomba tersebut.
”Sekolah yang masuk 15 besar akan kami lakukan penilaian langsung ke sekolah,” tuturnya.
Siswanto menerangkan, terdapat empat aspek utama dalam penilaian.
Yakni program atau pedoman, literasi sosial, kelas karya teks siswa, dan lingkungan literasi akademik.
Dari beberapa hasil video masing-masing sekolah tersebut, Siswanto mengatakan rata-rata hanya menampilkan dua aspek yakni literasi sosial dan karya teks siswa.
”Ini perlu jadi perhatian, kenapa dokumen program dan lingkungan literasi akademik kurang,” tuturnya.
Pada dasarnya, Lomba Literasi Sekolah bertujuan untuk meningkatkan nilai rapor literasi di Indonesia.
Karena Indonesia selalu menempati peringkat bawah dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
Siswanto menambahkan, program literasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa tetapi juga kepada para guru.
Sehingga, ia berharap gerakan literasi dapat meningkatkan kebiasaan siswa dalam membaca maupun menulis. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana