MALANG KOTA - Awal jeda kompetisi BRI Liga 1 terasa tidak menggembi rakan untuk Arema FC.
Di tengah masa liburan elemen tim, Singo Edan dijatuhi sanksi denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Itu menambah catatan denda yang diterima Arema FC musim ini.
Perlu diketahui, sebelumnya Arema FC mendapat sanksi dari Komdis PSSI pada bulan Agustus lalu.
Singo Edan diharuskan membayar Rp 10 juta akibat lima pemain tim mendapat kartu kuning dalam satu laga.
Saat itu momentumnya, melawan Persib Bandung pada pekan ke-3.
Sedangkan sanksi denda saat ini, akibat ada oknum yang diduga dari pihak Arema FC masuk ke lapangan.
Dia menghampiri pemain tim tamu sebelum laga melawan Persija Jakarta, 26 Oktober lalu.
Berdasar hasil sidang Komdis PSSI yang digelar 31 Oktober lalu, Singo Edan harus membayar denda sebesar Rp 30 juta karena kondisi itu.
Aksi oknum tersebut sempat viral di media sosial.
Itu karena, peristiwa tersebut ditampilkan dalam salah satu video di YouTube Persija Jakarta.
Potongan bagian video itu lalu menyebar ke berbagi platform media sosial dan mendapat banyak tanggapan miring dari netizen.
Liaison Officer Chairman (LOC) Arema FC Reza Ramandita menjelaskan, kejadian itu bukanlah pitch invader atau penyusupan suporter ke lapangan.
Menurutnya, oknum tersebut merupakan seorang service staff saat pertandingan Arema FC vs Persija.
Dia sejatinya hanya diperbolehkan berada di official area, dan tidak diperkenankan untuk masuk ke lapangan.
”Kelalaian kami terjadi karena oknum tersebut menggunakan pakaian yang sama dengan official tim Arema FC,” jelas Reza.
Karena itu, tim keamanan luput untuk menghentikan pergerakan oknum tersebut.
Seusai itu, sosok tersebut berhasil mendekati para pemain Persija dan merangkul Hanif Sjahbandi.
Reza menjelaskan, motif oknum tersebut masuk ke area lapangan karena mempunyai kedekatan dengan Hanif saat masih membela Arema FC.
Karena itu, dia niatnya masuk lapangan sebelum laga untuk menyapa.
”Kami mendapat pelajaran yang berharga dari kejadian itu,” ungkap Reza.
Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, menghormati keputusan Komdis PSSI.
Menurutnya, mereka selalu berkomitmen untuk menaati semua regulasi yang sudah ditentukan.
Baik itu dari PSSI dan operator kompetisi PT LIB.
”Tentunya kejadian kemarin menjadi perhatian kami kedepannya untuk lebih baik dalam penyelenggaraan pertandingan ,” ungkap pria yang akrab disapa Inal itu.
Ke depan, akan dilakukan evaluasi supaya hal seperti itu tidak terulang.
”Tidak ada pembenaran bagi anggota internal tim, manajemen, atau panitia pelaksana yang melanggar regulasi,” katanya.
Meski itu, lanjutnya, dilatarbelakangi alasan kerinduan dan kedekatan secara personal. Menurutnya, regulasi wajib untuk ditaati demi kebaikan bersama. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana