Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tim Juri Mulai Visit 15 Besar Lomba Literasi Sekolah

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 9 November 2024 | 01:25 WIB
(www.tribunnews.com)
(www.tribunnews.com)

MALANG KOTA – Sebanyak 15 sekolah lolos babak penjurian video Lomba Literasi Sekolah.

Untuk memastikan kecocokan program yang ada di video dan penerapannya, tim juri mulai melakukan kunjungan lapangan.

SDN Purwantoro 1 menjadi sekolah pertama yang dikunjungi.

Tim juri yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Jawa Pos Radar Malang, dan juga profesional di bidang literasi mengunjungi beberapa kelas.

Mereka melihat langsung program literasi yang diterapkan.

Seluruh aspek dinilai, terutama program atau pedoman literasi serta lingkungan literasi akademik.

Cukup banyak program literasi cukup yang diterapkan di SDN Purwantoro 1.

Mulai dari literasi membaca hingga literasi budaya.

Kepala Sekolah SDN Purwantoro 1 Priyo Hadi Wijayanto mengatakan, terdapat enam kegiatan literasi dasar yang diterapkan.

Mulai dari membaca buku 15 menit sehari, menulis jurnal literasi, kegiatan surat menyurat antar kelas hingga Rabu Budaya.

Di setiap sudut lorong kelas juga terdapat poster-poster yang berisi dongeng-dongeng rakyat Nusantara.

“Ini agar mereka lebih mengenal ceritacerita rakyat daripada cerita manga yang banyak disukai saat ini,” kata dia.

Priyo menambahkan, tidak ada persiapan khusus dari sekolah dalam mengikuti lomba.

Menurutnya, apa yang ditampilkan di video merupakan pembiasaan sehari-hari.

Termasuk Rabu Budaya yang sudah dimulai sejak dua bulan lalu.

Program itu mengajarkan berbagai budaya asli Malang.

Salah satunya tari Grebeg Malangan. ”Ini terinspirasi dari studi banding di Banyuwangi. Di sana tari dan Bahasa Osing jadi muatan lokal wajib,” terang Priyo.

Menari merupakan salah satu cara sekolah untuk melestarikan budaya Malangan.

Meskipun tidak begitu mahir, paling tidak mereka mengenal budaya asalnya.

”Menjadi juara dalam Lomba Literasi Sekolah bukan tujuan utama kami. Masuk 15 besar ini saja kami tidak menyangka, karena kami hanya memotret apa yang sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Yang terpenting lanjut dia, adalah peningkatan literasi siswa di sekolah bisa terus berjalan dan ditingkatkan.

Sebab, dasar pemikiran siswa harus diawali dari literasi. (dur/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tim juri #Lomba Literasi #Literasi