Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rumah di Dekat Jembatan Ngujil Malang Terdampak Longsor, Begini Nasib Penghuninya

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 9 November 2024 | 17:14 WIB
AMBROL: Plengsengan setinggi enam meter dan panjang sekitar 15 meter di Jalan Memberamo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, longsor kemarin sore (8/11). SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG
AMBROL: Plengsengan setinggi enam meter dan panjang sekitar 15 meter di Jalan Memberamo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, longsor kemarin sore (8/11). SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG

MALANG KOTA – Longsor kembali terjadi di dekat Jembatan Ngujil, Jalan Memberamo RT 1/ RW 14, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, kemarin (8/11). 

Plengsengan sepanjang 15 meter dengan ketinggian sekitar enam meter ambrol pada pukul 17.15. 

Pagar bagian samping rumah warga bernama Doriyanto ikut ambrol bersama sejumlah kucing dan kandangnya.

Doriyanto merupakan anak pemilik warung sate kambing almarhum Paino atau Sate Paino. Sore itu di dalam rumah terdapat enam orang. 

Dua diantaranya adalah karyawan bernama Imam dan Anto. 

Sebelum longsor, sebagian plengsengan di dekat garasi rumah Doriyanto sudah ambrol. 

Panjangnya sekitar dua hingga tiga meter. 

”Sudah terdapat lubang sejak empat hari lalu,” kata karyawan lain bernama Agus yang kemarin datang ke lokasi kejadian. 

Karena sudah berlubang, pihak keluarga berniat melakukan penguatan plengsengan menggunakan biaya pribadi. 

Bagian yang diperkuat berada di samping rumah. 

”Tapi belum sempat diperbaiki ternyata sudah terjadi longsor,” imbuhnya. 

Bagian samping rumah yang longsor merupakan garasi. 

Di lokasi itu juga terdapat kandang kucing. 

Kabarnya, di dalam kandang itu terdapat belasan kucing. 

Sebagian diantaranya ikut jatuh ke bawah. 

Sementara itu, Lurah Bunulrejo Mirza Ronald Adisaputra menjelaskan, untuk mencegah risiko yang lebih besar, pihak keluarga berencana mengungsi ke mess karyawan Warung Sate Paino. 

Kemudian garis polisi akan dipasang sembari menunggu upaya penguatan plengsengan dari DPU PRPKP Kota Malang. 

”Pemilik rumah belum bisa memperkirakan kerugian akibat longsor. Tapi beberapa barang memang hanyut ke aliran anak Kali Bango,” ujarnya. 

Arus lalu lintas di Jembatan Ngujil rencananya juga akan ditutup sementara. 

Terutama untuk kendaraan roda empat. 

Tujuannya mencegah retakan yang semakin membesar. 

”Warga bisa melintasi jalan lain sebagai alternatif, seperti Jalan Binor atau Jalan Lahor untuk menuju Jalan Grindulu,” tandasnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#longsor #malang kota #Jembatan Ngujil #plengsengan