Banyaknya event menjadi salah satu alasan di balik bangkitnya tren tato temporer. Tinta dari bahan alami namun tahan lama menjadi alasan sejumlah remaja dan perempuan meminatinya.
TREN tato temporer kembali muncul di Kota Malang.
Banyaknya event di Kota Malang turut andil di dalamnya.
Event Pop-up market hingga acara-acara mahasiswa di kampus Kota Malang kerap menjadi jujukan studio tato temporer untuk mendirikan stan.
Stan-stan itu pun selalu ramai.
Gambar yang dilukis di tubuh menggunakan bahan alami menjadi jawaban bagi mereka yang tidak ingin tato permanen.
Iffah Kusuma Amany Bastyan, salah satu seniman tato temporer di Kota Malang mengaku tahu tren tersebut sejak awal 2024.
Tepatnya saat dia berkunjung ke salah satu event di Jogjakarta.
Mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) tersebut sempat mencoba jasa tersebut.
Selanjutnya dia iseng menggambar sendiri saat sampai di Malang.
Teman-teman kuliahnya yang tahu lantas meminta dia untuk menggambar.
Mulai saat itulah Iffah banyak menerima permintaan tato temporer di kalangan teman-temannya.
”Hingga akhirnya aku coba bikin akun Instagram dan mengunggah foto-foto hasil gambarku di sana,” kata dia.
Iffah tidak menyangka ternyata banyak yang berminat dengan jasa tato temporernya.
Hampir setiap akhir pekan dia mendapat undangan untuk membuka jasa di event-event.
Beberapa terpaksa dia tolak karena banyak yang jadwalnya bertabrakan.
”Selain itu juga saya masih banyak tugas kuliah dan ikut organisasi, jadi belum bisa maksimal,” tuturnya.
Jasa tato temporer yang dia beri nama Inkpeh itu kini tengah membuka lowongan untuk seniman tato temporer lainnya.
Tujuannya agar dia dapat menerima semua tawaran stand di sejumlah event.
Kebanyakan pelanggannya merupakan anak muda dan perempuan.
Bahan yang dia gunakan yakni tinta jagua.
Tinta itu terbuat dari buah-buahan.
Fungsinya sama seperti tinta henna, namun warnanya lebih kuat dan tahan lama.
”Bisa tahan satu sampai tiga minggu tergantung kulit,” tuturnya.
Setiap tato memiliki harga berbeda, tergantung kerumitan desain.
Banderolnya mulai Rp 10 ribu hingga Rp 170 ribu.
Yang paling banyak, kata Iffah permintaan tato di pergelangan tangan dan di belakang telinga.
”Kebanyakan yang pakai itu Muslim yang pengen tato tapi tetep sah buat salat,” imbuhnya.
Karena dari bahan alami, tato tersebut halal karena tidak menghalangi air.
Sementara itu, Nazma, seniman tato temporer lainnya mulai membuka jasa tato temporer pada Agustus 2024.
Tidak jauh berbeda dengan Iffah, dia awalnya iseng menggambar tato temporer di tangan teman-temannya.
”Sejak kecil memang suka melukis,” tuturnya.
Dia juga sempat ikut workshop membuat tato.
Setelah itu semakin banyak temannya ditato oleh Nazma.
Dia lantas membaca peluang pasar tato temporer di Malang yang cukup besar.
”Akhirnya bikin Ephemeral.ink,” kata dia.
Saat ini Nazma membuka studio di Pesen Kopi di Jalan Sigura-gura, Kota Malang setiap hari.
Tiap hari Minggu, Nazma selalu mendapat undangan event. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana