MALANG KOTA - Pengerjaan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) sudah menemui titik terang.
Setelah pekan lalu Pemprov Jatim memberikan kabar terkait anggaran pembangunan, kini giliran kapan proyek tersebut dikerjakan.
Rencananya, proyek yang memakan anggaran Rp 22 miliar dikebut mulai awal 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menerangkan, proyek itu sudah masuk Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
Bahkan menurutnya, sudah dipasang patok-patok pembatasan pengerjaan drainase.
”Anggaran dari provinsi sekitar Rp 22 miliar. Tapi kami juga harus menyiapkan anggaran sendiri untuk pendamping,” tuturnya.
Dana Rp 22 miliar itu digunakan membuat sudetan (selenkpanya baca grafis).
Sedangkan dana dari APBD Kota Malang disiapkan Rp 1,3 miliar.
Digunakan membangun saluran sudetan sepanjang 800 meter.
Sudetan ini dimulai dari Jalan Permata Jingga, melewati Jalan Simpang Candi Panggung Barat (Sekolah Sepak Bola Asifa).
Kemudian Jalan Candi Panggung Atas dan akhirnya terhubung dengan proyek saluran drainase di Soehat yang dibangun pemprov.
”Dari pemprov informasinya triwulan pertama sudah bisa dikerjakan. Provinsi akan melakukan lelang lebih awal, kemungkinan Desember,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang.
Dia menambahkan, pada proyek tersebut tidak dilakukan pembebasan lahan.
Sebab jaringan drainase berasa di atas lahan milik Pemkot Malang dan Pemprov Jatim.
Hanya saja, nantinya perlu ada penertiban di atas saluran.
”Kalau ada bangunan berarti mereka yang melanggar, karena berdiri di atas lahan pemprov. Kami akan sosialisasikan masalah itu,” tegas Dandung.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Malang Amihthya Ratnanggani Siraduhitta mengatakan, realisasi pengerjaan drainase Soehat merupakan salah satu prestasi pemkot.
Sebab, sudah beberapa tahun belakangan masih jalan di tempat.
Padahal diketahui, kawasan Soehat, utamanya depan RS Universitas Brawijaya dan dekat jembatan Soehat menjadi langganan banjir.
”Penyelesaiannya kami pikir sangat cepat, akhirnya mendapat bantuan dari pemprov. Kami mendukung dengan menyiapkan anggaran pendamping,” tutur wanita yang akrab disapa Mia itu. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana