MALANG – Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) mencatat prestasi baru di bidang kedokteran olahraga pada Rabu (13/11).
Mereka berhasil mengidentifikasi gen-gen potensial yang berperan penting dalam peningkatan performa atlet.
Temuan ini merupakan bagian dari precision sport medicine, yang menargetkan pendekatan medis yang lebih personal dan tepat guna bagi para atlet.
Dengan ini, FK UM semakin memperkuat posisinya dalam pengembangan kedokteran olahraga di Indonesia.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes dari FK UM ini merupakan kolaborasi antara UM sebagai institusi utama (Host) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai Co-Host, dengan tim Undiksha dipimpin oleh Dr. dr. Ni Luh Kadek Alit Arsani, M.Biomed.
Fokus utama penelitian ini adalah membandingkan ekspresi gen pada atlet yang menjalani pelatihan intensif dengan individu non-atlet untuk mengidentifikasi gen-gen kunci yang berkontribusi pada adaptasi otot, regenerasi, dan pemulihan.
“Kami berharap temuan ini bisa menjadi dasar pengembangan intervensi khusus yang mendukung performa dan kesehatan atlet secara berkelanjutan,” jelas Dr. Rias.
Penelitian ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga melibatkan kerjasama internasional dengan Hung-En-Liao, Ph.D dari Asia University, Taiwan.
Upaya ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang di segala usia.
Proyek ini dapat terlaksana berkat dukungan hibah Riset Kolaborasi LPTK Indonesia (RKLI) tahun 2024 dari ALPTKNI, yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap riset kolaboratif di bidang kedokteran olahraga.
Keberhasilan ini menegaskan peran FK UM sebagai pionir dalam penerapan precision medicine di Indonesia serta menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi di bidang sport medicine.
Dukungan hibah RKLI dari ALPTKNI ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi terhadap pengembangan riset yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga menjangkau kolaborasi internasional.
"Kolaborasi semacam ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan keahlian lintas negara serta membuka peluang untuk terus memperkaya keilmuan dalam precision sport medicine," ungkap Dr. Rias.
Precision sport medicine atau kedokteran olahraga presisi adalah pendekatan medis yang menyesuaikan intervensi kesehatan berdasarkan kebutuhan individu, termasuk kondisi genetik dan pola adaptasi tubuh setiap atlet.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih tepat untuk setiap atlet, mulai dari pengaturan beban latihan, nutrisi, hingga pemulihan yang optimal.
Dengan teknologi analisis genetik, para peneliti dapat menentukan gen tertentu yang mempengaruhi daya tahan, kekuatan, dan kemampuan pemulihan, sehingga membantu pelatih dan tim medis menyusun program yang lebih efektif bagi atlet.
FK UM berencana untuk memperluas cakupan penelitian ini dengan melibatkan lebih banyak atlet dari berbagai cabang olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam memajukan prestasi olahraga Indonesia di kancah global.
Di sisi lain, FK UM juga terus berupaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kedokteran olahraga presisi melalui seminar, pelatihan, dan publikasi, sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di bidang olahraga.
Ke depan, FK UM berharap dapat menjadi pusat unggulan nasional di bidang precision sport medicine, yang tidak hanya mengutamakan performa atlet namun juga kesehatan jangka panjang mereka.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana