MALANG KOTA - Selain meningkatkan fasilitas di enam Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Pemkot Malang juga berencana memperketat jadwal pengangkutan sampah.
Jadwal sebelumnya, paling lambat pukul 08.00 WIB.
Waktu itu akan diubah menjadi pukul 06.00 WIB.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya menerangkan, untuk langkah awal, ada enam TPS yang bakal menerapkan sistem tersebut.
Di antaranya TPS Kartini, TPS Purwantoro, TPS Merjosari, dan TPS Kedungkandang.
Kemudian di TPS Tombro dan TPS Wilis.
Keenam TPS itu mendapat bantuan peningkatan fasilitas dari perusahaan swasta.
Dengan pengangkutan lebih awal, diharapkan bisa mengatasi persoalan penumpukan jumlah sampah yang berada di TPS.
Sebab, membeludaknya jumlah sampah turut mengganggu arus lalu lintas yang berada di dekat TPS.
Selain itu, aroma tidak sedap juga sering dikeluhkan warga.
”TPS yang khususnya ada di ruas jalan protokol menggunakan sistem timer atau jam pengangkutan. Itu supaya tidak mengganggu aksesibilitas jalan, terutama pada pagi hari,” jelas Rahman.
Dia mengklaim, renovasi yang dilakukan dengan skema Corporate Social Responsibility (CSR) akan membuat sampah tak berceceran di jalan.
Pasalnya, TPS akan dibuat tertutup.
Itu sekaligus meminimalisir bau tak sedap dari penampungan tersebut.
”Nanti kami juga sediakan penampungan untuk limbah cair. Bau yang tidak sedap kebanyakan dari limbah itu,” paparnya.
Rahman mengatakan, penerapan sistem pengangkutan itu segera diterapkan setelah renovasi rampung.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum menyebut, jika rencana berhasil, pemkot harus menerapkan ke semua TPS.
Tak hanya ke tempat tertentu saja. Sebab, keluhan bau TPS hampir terjadi di seluruh wilayah.
”Pemkot Malang kesusahan menambah TPS juga karena warga tidak mau lingkungannya bau sampah. Ketika ini berhasil, bisa menjadi contoh di daerah lain,” tandas Ulum.
Politisi PKS itu menambahkan, selain tak berbau, TPS diharapkan juga bisa menjadi sumber rezeki bagi masyarakat sekitar.
Selain meningkatkan fasilitas TPS, DLH Kota Malang juga sedang membangun dua TPS baru. Berada di Kesatrian dan Tulusrejo.
Anggarannya berkisar Rp 278 juta. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana