MALANG KOTA - Berbagai prestasi membanggakan ditorehkan oleh siswa-siswi SMPN 4 Kota Malang tahun ini.
Jumlahnya lebih dari 90 prestasi sampai pertengahan November ini.
Yang terbaru yakni juara satu Lomba Literasi Sekolah (L2S) dan juara dua Lomba Literasi Siswa dengan mengalahkan 114 SMP negeri dan swasta se-Kota Malang.
Prestasi-prestasi tersebut meningkat pesat dibandingkan dengan tahun lalu.
Hal tersebut merupakan buah dari berbagai program pembelajaran yang diterapkan di sana.
Kepala SMPN 4 Malang Dr Pancayani Dinihari telah menerapkan pembagian kelas atau rombongan belajar (rombel) berdasarkan bidang yang digemari.
Mulai kelas seni, literasi, olimpiade, olahraga, basket, Pramuka, hingga tahfidz.
Dengan berkelompok, siswa dengan peminatan yang sama akan cenderung lebih kreatif dan bersemangat untuk belajar, para siswa juga lebih aktif untuk berprestasi, karena persaingan dengan siswa lain cukup tinggi.
”Kami juga lebih mudah mengkoordinasikannya,” tutur Dini.
Dengan pelatih-pelatih profesional baik dari guru maupun alumni, para siswa dapat mendalami bakat mereka masing-masing.
Dukungan dari orang tua siswa juga menjadi salah satu faktor utama para siswa berprestasi.
Indeks Sekolah SMPN 4 juga mengalami peningkatan pada tahun ini di peringkat ke-4 SMP negeri se-Kota Malang.
Rapor Pendidikan SMP 4 Malang tahun 2024 pada indikator literasi mencapai 100 persen dan indikator numerasi men capai 98 persen.
Tidak hanya berprestasi dalam bidang non-akademik, para siswa juga berprestasi dalam bidang akademik.
Salah satunya mendapatkan juara dua di ajang Olimpiade IPS yang diselenggarakan UIN Malang.
Dini mengatakan, dengan dibentuknya kelas-kelas tersebut, para siswa lebih mudah belajar apapun.
“Guru juga lebih mudah memahami karakter belajar siswa, sehingga disesuaikan konteks pembelajarannya,” terangnya.
Misalnya siswa kelas Pramuka ketika belajar matematika atau fisika akan lebih mudah dengan konteks bidang mereka.
”Kami mengambil contoh mengukur tinggi tongkat atau tenda, kalau kelas olahraga akan lebih mudah dengan mengukur tinggi ring bola basket,” imbuhnya.
Sejak diterapkan tiga tahun yang lalu, hasil program tersebut mulai terlihat hasilnya dari banyaknya prestasi siswa.
Sementara itu, pengawas SMPN 4 Malang Siswanto SPd MT mengatakan, prestasi SMPN 4 Malang tidak hanya ditorehkan oleh siswa, tetapi juga para gurunya serta kepala sekolah.
Ia menyebut para guru menorehkan berbagai prestasi.
”Seperti lomba literasi ini, SMP 4 menang karena literasi gurunya juga baik,” tuturnya.
Ia menyebutkan ini guru menjadi indikator utama literasi siswa ini.
”Sebelum proses mengajar sudah direncanakan pada Modul Ajar. Di sini sudah mengintegrasikan Literasi ke Modul Ajar,” ungkapnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana