MALANG KOTA - Keberhasilan pembangunan Kota Malang tak lepas dari peran banyak pihak.
Berkat sinergi dan kolaborasi berbagai elemen, kualitas SDM kini kian meningkat dan wajah Kota Malang terus berbenah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya menguatkan jalinan kerja sama dengan dunia usaha, sebagai wujud kolaborasi hexahelix melalui forum bertajuk Ngalam Berkolaborasi pada Kamis (28/11).
Ngalam Berkolaborasi menjadi sebuah wadah menumbuhkembangkan semangat dan kesadaran untuk memajukan Kota Malang di segala sektor melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) atau coorporate social responsibility (CSR).
Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menegaskan, pembangunan akan berhasil jika ada dukungan dari berbagai pihak.
Salah satunya pelaku usaha.
”Saya yakin Pemkot Malang tidak bisa melakukan pembangunan secara optimal tanpa adanya kolaborasi dengan pelaku usaha yang mencari nafkah di Kota Malang dan memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Malang,” ujar Iwan.
Dalam forum yang dihadiri 100 pelaku usaha di Kota Malang dan sekitarnya, Iwan juga menyampaikan 11 program prioritas yang telah dicanangkan.
Sebelas program itu berdasar hasil belanja masalah dan diskusi bersama seluruh perangkat daerah serta mitra strategis lainnya.
Program prioritas tersebut yakni revitalisasi Pasar Besar Malang, pembangunan TPS, penanganan banjir di kawasan Soekarno-Hatta, dan pengadaan lahan parkir Kajoetangan Heritage.
Selain itu, ada juga pengembangan MCC dan UMKM, rehabilitasi gedung SD-SMP, pemberian bantuan sosial terpadu, percepatan realisasi anggaran, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan revitalisasi Alun-Alun Merdeka.
Lebih lanjut, Iwan menuturkan, tanggung jawab sosial yang diberikan oleh perusahaan seyogyanya dapat selaras dengan arah pembangunan daerah.
”TSP harus identik dan berkolaborasi dalam rangka mendukung program prioritas Kota Malang," sambungnya.
Untuk menjalankan program prioritas tersebut, Pemkot Malang telah petakan mana program yang dananya bersumber pada APBN, APBD provinsi, APBD Kota Malang, juga termasuk program mana yang bersumber dari tanggung jawab sosial para pelaku usaha.
Disebutkannya, beberapa program prioritas yang diproyeksikan didukung oleh pendanaan yang bersumber dari TSP adalah penyelenggaraan Porprov Jatim 2025, pembangunan TPS, pemberdayaan UMKM melalui optimalisasi MCC, rehabilitasi SD dan SMP, serta pemberian bantuan sosial terpadu.
”Terima kasih. Di luar dugaan, dana CSR yang dihimpun pada malam ini mencapai Rp 400 juta-an yang masuk, dan ada komitmen yang belum terdata sehingga bisa lebih dari itu. Ini pembelajaran luar biasa untuk bisa meningkatkan kolaborasi pemerintah dengan swasta,” ujarnya. (adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana