Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Kelas Menengah ke Atas Cukup Menjanjikan, Keraton Jawi Kebaya Kota Malang Tawarkan Koleksi Premium dan Custom

Bayu Mulya Putra • Minggu, 15 Desember 2024 | 17:05 WIB
BERBAHAN PREMIUM: Rangga P. Soekarto, pemilik galeri Keraton Jawi Kebaya di Jalan Kartini, Klojen merapikan salah satu koleksinya, Jumat lalu (13/12). DARMONO/RADAR MALANG
BERBAHAN PREMIUM: Rangga P. Soekarto, pemilik galeri Keraton Jawi Kebaya di Jalan Kartini, Klojen merapikan salah satu koleksinya, Jumat lalu (13/12). DARMONO/RADAR MALANG

Selain desainer, tempat persewaan kebaya juga banyak bermunculan di Kota Malang. 

Masing-masing perancang dan pengusaha itu umumnya memiliki ciri khas di setiap produknya. 

Seperti di Keraton Jawi Kebaya. 

Bahan premium dan warna yang selalu update menjadi salah satu daya tariknya. 

Galeri kebaya yang berada di Jalan Kartini, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut memiliki koleksi kebaya pengantin premium. 

”Detail motif dan payet payetnya terus kita pertahankan,” tutur Rangga P. Soekarto, pemilik galeri Keraton Jawi Kebaya. 

Dia mengakui bahwa pangsa pasar kebaya di Malang sangat bagus. 

Terutama untuk pasar kelas menengah ke atas. 

Karena itu, dia lebih mengutamakan kebaya-kebaya premium untuk disewakan. 

Tidak hanya itu, dia juga menerima permintaan custom kebaya. 

Tarif sewa kebaya di tempatnya cukup beragam. 

Mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 35 juta per kebaya. 

Banderol itu sesuai dengan kualitas bahan-bahan yang dia pakai. 

Mulai dari kain, payet, hingga aksesorisnya. 

Berkecimpung di dunia kebaya sejak 2015, Rangga terus mengikuti perkembangan tren model dan warna. 

”Sebisa mungkin kami lebih update, bahkan sebelum tren itu muncul,” tuturnya. 

Dengan begitu, customernya akan merasa lebih eksklusif di beberapa acara penting. 

Seperti kombinasi warna brokat dan payet, yang pada tahun 2019 lebih banyak didominasi warna-warna yang ramai. 

Contohnya kombinasi warna biru dengan merah muda. 

Rangga sudah memberanikan diri untuk membuat kebaya dengan kombinasi warna senada. 

”Waktu itu gak laku, karena bagi orang-orang kurang ramai,” tuturnya. 

Namun sekarang kombinasi warna senada tersebut malah lebih banyak diminati. 

Begitu juga dengan tren warna. 

Tahun 2024 ini kebaya banyak didominasi warna denim dan sage. 

Sebagai desainer, Rangga merasa harus berpikir lebih maju untuk menebak tren warna yang akan datang. 

”Tapi tetap aku sesuaikan dengan tone warna klien,” ungkapnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Desainer #Kebaya #ciri khas #Kota Malang