MALANG KOTA - Peningkatan kapasitas jalan masih menjadi salah satu fokus Pemkot Malang pada tahun depan.
Dari rencana awal, setidaknya ada empat ruas jalan yang menjadi proyek strategis.
Pertama di Jalan Pasar Induk Gadang. Selanjutnya di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu.
Titik lainnya di Jalan dari Kelurahan Cemorokandang sampai Kelurahan Lesanpuro.
Yang terakhir yakni Jalan Simpang Sulfat di Kelurahan Purwantoro.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mencontohkan, Jalan di Pasar Induk Gadang kerap mengalami kerusakan karena sering terjadi buangan air dari pedagang.
Itu membuat jalan di sana sering berlubang.
”Jadi akan kami lakukan perbaikan di sepanjang jalan sekitar satu kilometer,” kata dia.
Sebelumnya, pemkot juga pernah melakukan perbaikan di Jalan Pasar Induk Gadang.
Tepatnya pada bulan Mei 2023 lalu.
Saat itu, pemkot melakukan penambalan jalan menggunakan alat berat.
Pengerjaan tersebut dilakukan setiap malam agar tidak mengganggu lalu lalang kendaraan.
”Nanti akan ada perbaikan berupa pengecoran,” imbuh Dandung.
Selain di Jalan Pasar Induk Gadang, pihaknya juga melakukan pengerjaan jalan baru di Kelurahan Cemorokandang sampai Kelurahan Lesanpuro.
Itu dilakukan untuk membuka jalur baru di kawasan timur Kota Malang.
Untuk masing-masing jalan yang menjadi prioritas, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Nominal pastinya bergantung pada volume jalan.
Di samping itu, Dandung menyebut kalau ada tahap rehabilitasi jalan.
Total ada 94 lokasi jalan yang akan direhabilitasi.
Di tempat lain, Camat Kedung kandang Fahmi Fauzan masih menunggu komunikasi dengan pemkot terkait lokasi peningkatan kapasitas jalan.
Sebab, di kawasannya ada beberapa titik yang membutuhkan perbaikan.
Misalnya di kawasan Baran.
Saat peringatan Hari Tata Ruang pada 8 November lalu, pihaknya sempat meninjau ke sana.
”Di sana kondisinya masih makadam dan membutuhkan sentuhan. Tapi saya yakin di sana juga sudah termasuk prioritas pemkot,” terangnya.
Kemudian ada jalan dari Pura Luhur Dwijawarsa yang mengarah sampai ke Jalan Ki Ageng Gribig.
Di sana, sudah ada jalan, tapi masih membutuhkan penghubung tambahan. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana