Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PHRI Janji Pantau Rate Harga Kamar-Kamar Hotel di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 21 Desember 2024 | 18:15 WIB
HARUS SEWAJARNYA: Sejumlah tamu memenuhi lobi Hotel Aria Gajayana, kemarin. Okupansi hotel yang meningkat umumnya diiringi kenaikan harga. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG
HARUS SEWAJARNYA: Sejumlah tamu memenuhi lobi Hotel Aria Gajayana, kemarin. Okupansi hotel yang meningkat umumnya diiringi kenaikan harga. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG

MALANG KOTA - Sudah menjadi rahasia umum bila banderol kamar di hotel-hotel bakal meningkat pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Sadar dengan hal itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mengimbau agar kenaikan harga tetap sewajarnya. 

Tak sampai empat kali lipat dari harga normal. 

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyampaikan, kenaikan harga kamar pada momen libur panjang merupakan kewajaran. 

Namun dia menekankan, tetap harus rasional agar wisatawan nyaman. 

”Kita tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah. Mulai dari penurunan tiket pesawat dan beberapa tol gratis. Tiket KA juga sudah dipesan ribuan orang untuk ke Kota Malang,” terangnya. 

Agoes juga mengingatkan potensi protes yang bisa disampaikan pengunjung. 

”Pengunjung pasti akan mengecek dengan harga pada hari biasa. Kalau kenaikan sampai empat kali lipat, pasti diprotes,” tambah dia. 

Agoes memastikan bakal melakukan pemantauan dan pengawasan. 

Tujuannya agar tidak ada hotel yang memasang tarif hingga empat kali lipat dari hari biasa. 

”Dengan harga tidak terlalu tinggi dan pelayanan prima, pengunjung pasti akan kembali ke hotel tersebut di momen lain, Nataru sekaligus sebagai ajang promosi,” jelas Agoes. 

Menurut prediksi pihaknya, okupansi hotel pada Nataru tahun ini mencapai 80 persen. 

Untuk hotel yang berada di sekitar Kajoetangan Heritage kemungkinan besar mencapai 100 persen. 

Menurut Agoes, meningkatnya okupansi itu akan memberikan dampak yang positif ke berbagai sektor pariwisata. 

Tidak hanya hotel dan restoran, namun juga pelaku UMKM. 

Sementara itu Pengamat Pariwisata Universitas Brawijaya (UB) Ahmad Faidlal Rahman menerangkan, ada hal krusial yang perlu diwaspadai pada momen libur Nataru. 

Yakni potensi bencana alam. 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, sering terjadi pohon tumbang di Kota Malang. 

”Jangan sampai pengunjung ini malah menjadi korban bencana. Sehingga, sudah menjadi tugas pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk menjaga keamanan wisatawan,” tuturnya. 

Ketika ada insiden yang melibatkan pengunjung, dikhawatirkan Kota Malang dicoret dari daftar kunjungan tahun-tahun selanjutnya. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#PHRI #libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) #hotel #Harga #kamar #Kota Malang