MALANG KOTA - Selain bahan pokok, stok BBM juga mendapat perhatian khusus di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Manager Fuel Terminal Pertamina Malang Tony Kurniawan memastikan bila pihaknya sudah bergerak mengamankan pasokan.
Kapasitas penyimpanan 7.200 kiloliter disana bakal dimaksimalkan.
”Kami prediksi permintaan untuk semua produk para periode Nataru mencapai 5 sampai 6 persen,” tuturnya.
Selain itu pihaknya juga menyiapkan SPBU Mobile dan tangki-tangki di tiga titik yang disiagakan.
Tujuannya agar tidak terjadi keterlambatan pemenuhan stok.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menambahkan, ada beberapa strategi yang sudah disusun pihaknya dalam mengendalikan inflasi.
Seperti keterjangkauan harga distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi yang lebih efektif.
”Salah satunya BBM, yang menjadi penentu distribusi,” tuturnya.
Untuk menghadapi lonjakan permintaan pada momen Nataru, pihaknya sudah berkomunikasi intensif dengan pihak Pertamina.
”Jangan sampai bahan bakar tidak tersedia, karena akan menghambat distribusi pasokan, khususnya di Kota Malang,” terangnya.
Dia mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pertamina untuk menjaga pasokan BBM.
Dia menyebut Pertamina juga akan meningkatkan frekuensi pengisian SPBU.
Dari yang semula hanya sekali dalam sehari, bakal dilakukan dua kali sehari.
Sementara untuk stok LPG juga sudah disiapkan.
Ada tambahan suplai 38.000 tabung.
Sedangkan rata-rata penyaluran LPG setiap bulannya sekitar 957.000 tabung. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana