SENTRA kuliner di pasar tradisional terbukti mampu meningkatkan angka kunjungan.
Selama empat bulan terakhir, jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Klojen meningkat hingga 75 persen.
Begitu juga di Pasar Oro-Oro Dowo.
Tak hanya pedagang kuliner dan sayuran, pedagang oleh-oleh dan kerajinan juga ikut ambil bagian di dalamnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, konsep tersebut dinamai dengan Pasar Rakyat Milenial.
Sehingga yang pedagang dan pembelinya memang didominasi kalangan milenial.
”Jadi ini konsepnya pasar rakyat milenial, tapi tetap tradisional,” tuturnya.
Konsep pasar rakyat milenial itu memiliki daya tarik sendiri.
Sehingga, semua kalangan tidak sungkan untuk masuk ke pasar rakyat.
Mulai dari anak muda hingga pegawai kantoran.
Setelah keberhasilan merombak kedua pasar tersebut, pemkot sudah menyiapkan langkah serupa di lima pasar lainnya.
Yakni Pasar Kasin, Pasar Sawojajar, Pasar Sukun, Pasar Kota Lama, dan Pasar Kebalen.
”Yang pasti pasar-pasar yang sudah direvitalisasi akan kami sulap menjadi destinasi wisata kuliner baru,” tambah Eko.
Karena antusias pengunjung cukup besar, rencananya Pasar Klojen bakal dibuka sampai malam.
Jika biasanya jam buka mulai pukul 05.00 WIB sampai 17.00 WIB, nanti bisa dibuka hingga pukul 00.00 WIB.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klojen Indrawan mengakui, beberapa pedagang sudah mengusulkan agar jam bukanya dibuka sampai malam.
”Karena di depan itu ada warung kopi yang buka 24 jam, ramai dan aman,” tuturnya.
Rencananya, jam buka sampai malam bakal diberlakukan mulai bulan puasa nanti.
”Banyak pedagang sayur dan bumbu juga mau buka kopi atau jual makanan saat malam,” tambahnya.
Faktor keamanan bakal ditingkatkan diskopindag.
Dua petugas bersiaga setiap pagi untuk menertibkan pengamen maupun pengemis yang masuk.
Rencananya saat dibuka malam, ada dua shift petugas yang berjaga. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana