Penyumbang Terbesar dari Sektor Rumah Tangga
MALANG KOTA - Jumlah sampah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang melonjak selama libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat ada peningkatan produksi sampah sebesar 60 ton per hari.
Naik 11 persen jika dibanding hari biasa.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Roni Kuncoro memberi contoh kasus pada 31 Desember 2024.
Jumlah sampah yang terbuang ke TPA mencapai 600 ribu ton.
Kemudian pada 1 Januari 2025 meningkat jadi 618 ton.
Sebagai perbandingan, volume sampah yang masuk TPA pada hari biasa rata-rata hanya 540 ton.
”Selama libur Nataru kami catat ada kenaikan 60 ton dibandingkan hari biasa. Itu berdasarkan jumlah sampah yang masuk ke TPA Supit Urang” terang Roni.
Peningkatan sampah tersebut sudah diprediksi sebelumnya.
Untuk itu, DLH Kota Malang menambah personel.
Khusus pengangkutan sampah pada tahun baru, DLH menerjunkan 42 petugas kebersihan dan 37 penjaga taman.
”Kami terjunkan di titik-titik keramaian. Seperti misalnya Balai Kota Malang, Kajoetangan dan pusat keramaian lain,” imbuhnya.
Volume sampah tahun baru 2025 jika dibandingkan tahun baru 2024 cenderung menurun.
Pada perayaan tahun baru 2024 lalu, produksi sampah bisa mencapai 650 ton.
Roni mengatakan, kemungkinan penurunan ini dikarenakan momen tahun baru diguyur hujan yang membuat sebagian masyarakat memilih di rumah.
Sehingga masyarakat yang merayakan tahun baru di luar jumlahnya berkurang dari tahun sebelumnya.
”Momen pergantian tahun ini menjadi berkah bagi sebagian sektor. Tapi disisi lain sampah meningkat, ini menjadi tugas kami bekerja ekstra,” ungkap pria yang sebelumnya berdinas di Disnaker PMPTSP Kota Malang itu.
Lebih lanjut, penyumbang sampah terbesar masih berasal dari sektor rumah tangga.
Kemudian disusul pariwisata seperti hotel dan fase litas pendidikan serta kesehatan.
”Sebanyak 70 persen berasal dari sampah rumah tangga,” jelas Roni.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum mengatakan, DLH harus melakukan sosialisasi secara masif terkait zero waste.
Khususnya pada sektor pariwisata.
Diharapkan hotel bisa mengelola sampah mereka sendiri.
”Hotel di Kota Malang jumlahnya cukup banyak. Lebih baik mereka didorong implementasi zero waste. Agar beban TPA Supit Urang sedikit berkurang,” tandas Ulum. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana