MALANG KOTA – Koridor di Kajoetangan Heritage bakal lebih bersih.
Itu setelah Pemkot Malang bakal meningkatkan upaya sterilisasi parkir di bahu jalan.
Paling cepat, kebijakan itu bakal diterapkan pada bulan Agustus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang telah melarang parkir di sisi timur Kajoetangan.
Itu karena ada penambahan dua kantong parkir baru.
Secara bertahap, kebijakan serupa akan diterapkan di sisi barat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, rencana itu didasari kesuksesan penerapan larangan parkir sisi timur.
Seluruh pihak, bahkan juru parkir (jukir) mendukung kebijakan tersebut.
Namun untuk larangan parkir di sisi barat, masih memerlukan waktu.
Itu karena ada proses peningkatan kapasitas kantong parkir di eks Bank Mandiri Syariah.
”Rencana kami memang kesana (larangan parkir untuk sisi barat). Tapi masih menunggu pembangunan itu (kantong parkir baru) rampung,” tutur Jaya.
Dia menjelaskan, perkiraan pembangunan itu akan dimulai bulan Juni.
Dan, akan dilaksanakan selama tiga bulan.
Sehingga, bulan Agustus sudah bisa dioperasikan.
Dengan catatan, anggarannya sudah tersedia.
”Tanpa anggaran, kami tidak bisa memulai pembangunan gedung parkir itu. Rencananya dibuat bertingkat dan tersambung dengan parkir di Jalan Majapahit,” paparnya.
Setelah ditingkatkan, kapasitas parkir di eks Bank Mandiri Syariah akan meningkat hampir tiga kali lipat.
Dari yang semula pada awal 2025 hanya bisa menampung 300 kendaraan, nanti bisa menjadi 800 kendaraan.
Termasuk untuk kendaraan roda empat.
”Larangan parkir sisi barat juga tidak langsung diterapkan. Nanti harus sosialisasi dan uji coba dulu seperti yang dilakukan di sisi timur,” terang Jaya.
Ketika larangan parkir di dua sisi itu terealisasi, dipastikan tampilan Koridor Kajoetangan semakin cantik dan nyaman bagi pengunjung.
Contohnya seperti di Malioboro Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum mengatakan, dari sejak pembahasan APBD 2025, legislator mendukung penuh aturan baru parkir di Kajoetangan.
Untuk meningkatkan image destinasi wisata tersebut, memang dibutuhkan penataan parkir.
”Penerapan di sisi timur menurut kami sudah bagus. Kami minta itu dipertahankan dan kalau bisa (larangan) yang sisi barat dipercepat. Jangan sampai baru dilaksanakan akhir tahun,” harap dia. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana