Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Ajukan Tambahan Elpiji Melon

Aditya Novrian • Minggu, 12 Januari 2025 | 20:10 WIB
STOK AMAN: Seorang pegawai menata Elpiji 3 kilogram ke bak truk untuk segera dikirim ke pelanggan kemarin. DARMONO/RADAR MALANG
STOK AMAN: Seorang pegawai menata Elpiji 3 kilogram ke bak truk untuk segera dikirim ke pelanggan kemarin. DARMONO/RADAR MALANG

MALANG KOTA - Stok Elpiji 3 kg untuk warga Kota Malang dipastikan aman dan bakal bertambah tahun ini. 

Pemkot beberapa waktu lalu mengajukan tambahan volume Elpiji melon tersebut ke Pertamina. 

Jumlahnya mencapai 3.586 metrik ton. 

Pada 2024 lalu, volume Elpiji melon yang ada di Kota Malang mencapai 35.860 metrik ton. 

Dengan pengajuan baru dari pemkot, volume Elpiji melon secara keseluruhan untuk tahun ini menjadi 39.446 metrik ton. 

Sub Koordinator SDA Bagian Perekonomian, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam (PISDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang Adry Wira mengatakan, pengajuan tambahan Elpiji subsidi itu selalu rutin dilakukan tiap tahun. 

”Kalau dirata-rata, kami mengajukan tambahan 10 persen per tahun,” kata dia, kemarin. 

Namun pada 2023, pemkot hanya mengajukan cadangan sebanyak 2.195 metrik ton. 

Itu karena sempat ada gejolak be rupa kekosongan stok elpiji di agen. 

Sehingga pemkot diminta mengajukan permohonan kepada Kementerian ESDM. 

Adry melanjutkan, meski ada pengajuan tetapi realisasinya tetap bergantung pada Pertamina. 

Dengan demikian, untuk menjaga ketersediaan pemkot bersama Pertamina rutin melakukan pengawasan ke lapangan. 

Terutama menjelang peringatan hari raya besar. 

Di tempat lain, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, demi mengantisipasi kebutuhan Elpiji subsidi, pihaknya rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama pemerintah daerah. 

Terutama terhadap penggunaan elpiji yang tidak tepat sasaran pada sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) dan laundry. 

Salah satu bentuk antisipasi itu berupa pengawasan di pasaran. 

Seperti tahun 2024, pihaknya sudah melakukan sidak ke lebih dari 10 lokasi di Malang Raya. 

”Hasilnya masih ada temuan penyalahgunaan elpiji subsidi di rumah makan dan laundry,” ungkapnya. 

Jika terdapat kondisi tersebut, biasanya akan langsung dilakukan penukaran elpiji non-subsidi. 

Selebihnya, mereka selalu menjaga ketersediaan elpiji yang selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan masyarakat. (mel/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#elpiji melon #stok elpiji 3 kg #Pertamina #Pemkot Malang #Bertambah #warga kota malang