MALANG KOTA – Penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan di Wilayah Kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tumbuh positif di angka 13,39 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp 104,33 triliun pada posisi November 2024.
Angka tersebut juga melebihi pertumbuhan kredit perbankan nasional yang sebesar 10,95 persen.
Kepala OJK Malang Biger Adzana Maghribi mengatakan, penyaluran kredit tertinggi berada di Kabupaten Malang.
Jumlahnya Rp 30,28 triliun dengan porsi 29,03 persen.
Kemudian disusul Kota Malang yang sebesar Rp 27,91 triliun dengan porsi 26,75 persen.
“Sebanyak 35,62 persen kredit atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang disalurkan untuk UMKM. Nilainya mencapai Rp 37,16 triliun,” tuturnya.
Gambaran itu menunjukkan perekonomian di Malang Raya cukup baik dan berakselerasi.
Terlebih angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) masih tetap terjaga di angka 0,16 persen.
Dia menjelaskan, masing-masing daerah memiliki sektor ekonomi penyalur kredit tertinggi.
Seperti Kota Malang yang didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.
Sementara Kabupaten Malang dengan industri pengolahannya.
“Untuk itu, pemda perlu memperhatikan sektor sektor tersebut agar tetap tumbuh,” imbuhnya.
Biger menambahkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,83 persen secara tahunan.
Meskipun lebih rendah dibandingkan angka pertumbuhan nasional, Biger mengatakan pertumbuhan itu masih menandakan ekonomi yang positif.
Yakni dengan DPK sebesar Rp 94,67 miliar. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana