Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perusahaan Karoseri di Malang Raya, Sejarah dan Perkembangannya (5), Hartono Putra Andalkan Inovasi Desain dan Komunikasi pada Pelanggan

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 27 Januari 2025 | 18:30 WIB
UNGGUL DALAM DESAIN: Wakil Direktur Hartono Putra Karoseri Alex Hermawan (kiri) dan Marketing Manager Novan berdiri di depan salah satu produk andalan mereka. (NAHDIATUL NAFFAINDAH/RADAR MALANG)
UNGGUL DALAM DESAIN: Wakil Direktur Hartono Putra Karoseri Alex Hermawan (kiri) dan Marketing Manager Novan berdiri di depan salah satu produk andalan mereka. (NAHDIATUL NAFFAINDAH/RADAR MALANG)

Karoseri Hartono Putra didirikan almarhum Hengki Hartono pada 2011.

Saat itu Hengki berusia 35 tahun.

Dia sebenarnya sudah memiliki karier yang bagus saat bekerja di salah satu karoseri tertua di Malang.  

Berbekal 20 tahun bekerja di sebuah perusahaan karoseri, Hengki Hartono memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri.

Perusahaan yang diberi nama Hartono Putra itu mengandalkan inovasi desain.

Gaya komunikasi kepada pelanggan yang berbeda membuat karoseri Hartono Putra tumbuh pesat.

Karena ingin lebih bebas mengembangkan inovasi, Hengki memutuskan untuk mendirikan karoseri sendiri.

Semua bermula saat Hengki mengusulkan inovasi desain interior dan eksterior kepada perusahaan tempatnya bekerja.

Juga tentang gaya komunikasi dengan pelanggan agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Tapi usulan itu ditolak.

Alasannya, inovasi itu tidak sesuai dengan image perusahaan karoseri yang sudah berdiri puluhan tahun.

Akhirnya, Hengki memutuskan untuk mengundurkan diri dan berniat mendirikan karoseri.

Dia merasa sudah memiliki bekal ilmu yang cukup untuk mandiri dalam mewujudkan berbagai ide dan inovasi yang ada di dalam kepalanya.

Bekal ilmu itu dia kumpulkan sejak tamat SMA dengan menjadi staf produksi di perusahaan karoseri.

Selama delapan tahun Hengki menekuni seluk beluk material bodi kendaraan.

Mulai dari bahan, perawatan, hingga pemasangan.

Seluruhnya sudah dia kuasai.

Perusahaan pun memberinya kepercayaan menjadi tim marketing selama.

”Sekitar 12 tahun menjadi tim marketing, ilmunya tentang bisnis karoseri semakin matang,” ujar Alex Hermawan, Wakil Direktur Hartono Putra sekaligus adik ipar Hengki.

Bekal itu pula yang membuat Hengki tidak terlalu kesulitan saat mendirikan perusahaan karoseri sendiri, Hartono Putra.

Awalnya, dia menyewa lahan seluas 500 meter persegi di Jalan Perusahaan, Desa Karanglo, Kecamatan Singosari.

Alex ikut membantu bersama 15 pekerja lainnya.

Pada bulan pertama perusahaan beroperasi, mereka langsung mendapat 14 pesanan bodi kendaraan microbus Isuzu Elf.

Dengan jumlah tim dan mesin yang masih terbatas, satu unit kendaraan diselesaikan dalam 2,5 bulan.

Menurut Alex, gaya komunikasi Hengki pada pelanggan yang membuat Hartono Putra langsung dibanjiri pesanan.

Hengki lebih suka melakukan pendeketana dengan pelanggan dengan cara berteman.

Malah lebih sering memulai hubungan intens lebih dari sekadar penjual dan pembeli.

Di perusahaan yang baru, Hengki bebas mengembangkan inovasi interior kendaraan.

Mulai dari model plafon, pintu, lantai, hingga bangku.

Sebelumnya, bagian-bagian kendaraan itu lebih banyak menggunakan material plastik ABS yang dibentuk dengan alat vakum.

Hengki ingin membuatnya lebih terkesan mewah dengan menambahkan guratan motif kayu, metrial soft touch, termasuk lampu interior yang atraktif untuk penumpang.

"Dulu kebanyakan AC masih dipasang secara horizontal. Kami sudah berinovasi dengan memasang AC miring, sehingga memberi kesan kabin lebih luas," lanjut Alex.

Hengki juga melalukan inovasi pada garis bodi kendaraan agar lebih atraktif dan modern.

Dua tahun kemudian, pesanan yang masuk mulai stabil.

Per bulan konsisten di angka 20 sampai 30 unit kendaraan.

Namun, pada peak season seperti menjelang Lebaran dan musim haji, pesanan meningkat hingga 40 unit dalam sebulan.

Pada 2014, Hengki memutuskan pindah kantor ke Dusun Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Itu karena pesanan terus bertambah dan membutuhkan lahan produksi yang lebih luas.

Apalagi pelanggan dari luar pulau mulai berdatangan.

Penambahan kartyawan juga dilakukan hingga mencapai 180 orang.

Saat ini, produk Karoseri Hartono Putra sudah dipasarkan ke berbagai wilayah.

Mulai dari Jawa TImur, seperti Nganjuk, Probolinggo, dan Blitar.

Hingga ke luar pulau seperi Kalimantan, Sumatera, Bali, Lombok, NTT, dan Sulawesi.

"Pulau yang belum kami masuki sepertinya hanya Maluku dan Papua," lanjutnya.

Alex berani mengklaim, sampai saat ini Hartono Putra unggul dalam produksi bodi kendaraan microbus, utamanya Isuzu Elf.

Sejak bertahun-tahun lalu hingga sekarang masih tetap menjadi trendsetter.

Mulai saat sasis kendaraan masih memakai kode NHR 55 pada produksi tahun 2011 hingga 2017.

Cobaan besar terjadi saat pandemi Covid-19 melanda dunia.

Kala itu, pesanan hampir berhenti total.

Hengki ikut menjadi korban serangan virus Covid-19 dan meninggal pada 2020.

Sejak saat itu, kendali perusahaan diserahkan kepada sang istri, Lina Hartatik.

Pengalaman Lina selama puluhan tahun menjadi staff accounting di salah satu perusahaan karoseri di Malang sedikit banyak membantunya memimpin perusahaan.

Di bawah kepemimpinan Lina, Hartono Putra berhasil dari pukulan pandemi, dan saat ini sudah kembali bangkit.

"Pelanggan terdahulu kami hampir tidak ada yang berpaling," kata Alex.

Dia yakin hal itu disebabkan Hartono PUtra mampu menjaga kualitas bodi kendaraan sejak dulu hingga sekarang.

Inovasi juga terus dikembangkan untuk melahirkan desain dan model baru.

Misalnya untuk Isuzu Elf, Hartono Putra memiliki model Hyder yang sangat diminati.

Pelanggan sangat suka dengan tampilan luar kendaraan tersebut karena terlihat gagah dan kokoh.

Sasis yang paling sering digunakan adalah tipe NLR BL dan NLR B.

Desain cover AC sampai kabin selalu dipikirkan secara teliti.

Bahkan, variasi pada kaca, hasil cat, pemilihan warna, pemilihan motif, dan desain lampu sangat ditunggu pelanggan.

"Setiap akhir thaun kami selalu ditanya, tahun depan inovasi apa lagi yang akan diluncurkan," terang Alex.

Saat ini, fokus produksi Hartono Putra adalah kendaraan jenis microbus dan medium bus.

Untuk microbus menggunakan sasis Isuzu NLR BL dan NLR B serta sasis Mitsubishi FE 71 LBCN.

Dua ukuran microbus yang diproduksi memiliki kapasitas 20 seat (long) dan 14 seat (short).

Untuk medium bus, Hartono Putra menggunakan sasis Isuzu NQR 81 dan Mitsubishi FE 84 BC.

Kapasitasnya antara 30 sampai 34 kursi.

Guna meneruskan estafet perusahaan di masa mendatang, dua anak laki-laki Hengki juga mulai membantu usaha almarhum ayahnya.

Anak pertama yang berusia 20 tahun sudah tertarik pada model eksterior dan interior kendaraan.

Saat dia ini sedang menempuh kuliah jurusan bisnis untuk memantapkan ilmunya.

Sementara anak kedua Hengki yang berusia 18 tahun menunjukkan ketertarikan di bidang produksi dan quality control.

Keduanya pn aktif membantu di pabrik mereka.

"Anak pertama sudah tiga tahun ini aktif membantu, Anak kedua baru tahun ini ikut berkecimpung," tandas Alex. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#karoseri di malang #karoseri bus #Hartono #karoseri