MALANG KOTA – Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin memulai tugasnya memimpin pemkot sejak kemarin (24/2).
Dia menggantikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang sedang mengikuti retret kepala daerah di Magelang.
Agenda pertama yang dilakukan Ali adalah memimpin apel pagi ASN di halaman balai kota.
Ali mengaku mendapat mandat dari Wahyu Hidayat untuk melaksanakan rapat koordinasi terkait perencanaan penekanan harga bahan pokok.
Dia langsung mengumpulkan seluruh dinas terkait pada Senin siang.
”Ini menjadi atensi dari Pak Wali,” tuturnya.
Dalam rapat itu, Ali ingin mengetahui beberapa perkembangan data pangan di pasaran.
Mulai dari ketersediaan bahan pokok, tren kenaikan atau penurunan harga, kemudian merumuskan upaya pencegahan lonjakan harga.
“Pak Wali nanti datang dari retret tanggal 28 Februari, mendekati Ramadan. Jadi beliau minta semuanya sudah siap,” imbuh Ali.
Di luar pengendalian harga pangan, pasangan Wahyu-Ali juga bakal memulai merealisasikan janji politiknya pada 100 hari kerja.
Satu sektor yang menjadi prioritas adalah bidang pendidikan.
Ada dua janji politik yang disampaikan kepada masyarakat, yaitu beasiswa gratis dan seragam sekolah gratis.
“Kami akan genjot realisasi janji politik, khususnya pada bidang pendidikan. Memang ada tantangan sesuai instruksi presiden (efisiensi belanja). Tapi kami akan mencoba merumuskan dengan cerdas,” jelas alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Ali juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan.
Menurutnya, pendidikan inklusi di Kota Malang perlu ditingkatkan.
Ini untuk memberikan kesempatan yang luas bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu dalam sambutannya, bapak tiga anak itu memberikan penekanan loyalitas pada pelayanan publik.
Menurutnya, wali kota dan wakil wali kota hanyalah dirijen dalam memimpin Pemkot Malang.
Tonggak utamanya justru para ASN.
”Kami tidak bisa berdiri sendiri. Untuk merealisasikan janji politik perlu bantuan dari para ASN,” papar Ali. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana