Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perpusda Punya Banyak Koleksi Buku Fiksi

Bayu Mulya Putra • Senin, 3 Maret 2025 | 01:00 WIB
Rumah Budaya Ratna di Jalan Diponegoro, Kecamatan Klojen dibuka sejak Agustus 2024 lalu. Tempat itu menyimpan buku-buku koleksi almarhumah Ratna Indraswari, novelis dan cerpenis asal Malang.
Rumah Budaya Ratna di Jalan Diponegoro, Kecamatan Klojen dibuka sejak Agustus 2024 lalu. Tempat itu menyimpan buku-buku koleksi almarhumah Ratna Indraswari, novelis dan cerpenis asal Malang.

PEMKOT Malang menyediakan banyak titik perpustakaan umum.

Yang terbesar tentu ada di Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Jalan Besar Ijen.

Selanjutnya ada perpustakaan keliling hingga pojok baca digital (pocadi), yang disediakan di berbagai ruang terbuka di Kota Malang.

Seperti Malang Creative Center (MCC), Alun-Alun Merdeka Malang, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Subkoordinator Preservasi Disperpussip Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang Nesyi Prima Dewi menyebut, minat baca warga Kota Malang cukup tinggi.

Itu terhitung dari kunjungan perpustakaan mencapai 10 ribu orang per bulan.

Atau rata-rata mencapai 400 sampai 500 orang per hari.

”Baik dari kalangan siswa, mahasiswa maupun masyarakat umum,” terangnya.

Sementara itu, jenis bacaan yang paling banyak diminati yakni pada buku fiksi.

Seperti novel atau komik.

Itu mengapa koleksi buku fiksi di Perpusda Kota Malang lebih banyak.

Jumlahnya mencapai 204.973 eksemplar.

Jenis buku fiksi tersedia sebanyak 123.715 eksemplar.

Buku tersebut banyak dimanfaatkan pelajar maupun mahasiswa sebagai rujukan mengerjakan tugas.

”Termasuk kami sediakan e-book untuk layanan pocadi,” tambah dia.

Saat ini, total e-book bacaan fiksi mencapai 9.479 buku dan non fiksi mencapai 6.863 buku.

Minat baca secara digital masih cukup minim.

Per bulan catatan kunjungannya hanya mencapai 200 orang saja.

Nesyi menyebut banyak masyarakat yang langsung datang ke Perpusda Kota Malang untuk membaca buku.

Sebab, lokasi baca dirasa cukup nyaman dan tenang.

Selain itu, mereka juga banyak menjadikan perpustakaan sebagai tempat refreshing.

Kondisi berbeda dipaparkan Admin Perpustakaan Keliling Dispussipda Kota Malang Sentot Pambudi.

Meski sudah dibuka layanan keliling, peminatnya tidak begitu signifikan.

Per hari angka kunjungannya hanya 30-40 orang saja.

”Itu terhitung dari lima mobil kami, yakni rute Alun-Alun Merdeka, Taman Merjosari dan tiga lainnya berkeliling ke sekolahsekolah,” jelasnya.

Saat ini, ada 750 koleksi buku yang dapat dibaca saat ada kunjungan perpustakaan keliling tersebut.

Buku-buku tersebut mayoritas merupakan buku bacaan anak, namun juga terdapat buku-buku untuk remaja dan dewasa.

”Kami juga disediakan buku mewarnai lengkap dengan krayon, sehingga anakanak yang belum bisa membaca dapat mewarnai gratis,” tandasnya. (ori/by)

 

Editor : Aditya Novrian
#perpusda #Perpustakaan #ruang baca #malang