Setelah mengetahui program prioritas, kemudian baru bisa menentukan belanja yang dipangkas.
”Saya ingin tahu apa yang menjadi prioritas dulu, jadi tidak langsung asal menghapus anggaran. Jangan sampai program prioritas malah menyusut anggarannya,” tegas Wahyu.
Alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu menambahkan, penentuan program prioritas itu dibahas dengan pertimbangan cukup matang.
Lebih lanjut, poin kedua yang menjadi fokus yaitu pengendalian harga bahan pokok.
Dijadwalkan Wahyu bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang meninjau harga bahan pokok ke beberapa tempat.
”Besok (Selasa) saya akan melakukan peninjauan. Mulai dari pasar tradisional hingga distributor, kami menargetkan jangan sampai ada kebaikan pada Ramadan,” ujar pria berusia 58 tahun itu.
Pengendalian harga bahan pokok sebagai antisipasi inflasi.
Itu merupakan mandat langsung dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk menekan inflasi.
Murai dari pasar murah, operasi pasar dan Warung Tekan Inflasi.
”Saya harapkan seluruh ASN mengetahui visi dan misi saya. Semua itu kemudian diwujudkan dalam lima program prioritas, butuh dukungan dari ASN untuk realisasi janji politik tersebut,” papar pria asli Kota Malang itu.
Terkait langkah yang dilakukan Wahyu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta menyampaikan, inflasi juga menjadi perhatian dewan.
Ada temuan distribusi yang terhambat kepada pasar tradisional.
Jika ini terus terjadi, lonjakan harga yang signifikan tidak bisa dihindari.
”Perlu mendapat perhatian pada minggu pertama Ramadan tidak ada kenaikan harga signifikan. Perlu dijaga agar pasokan tidak terhambat,” tandas wanita yang akrab disapa Mia itu. (adk/adn)