Ada 404 Sekolah yang Bersiap Terima Siswa Baru
MALANG KOTA – Skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 terus dimatangkan.
Kuota untuk jenjang pendidikan dasar (pendas) mulai SD sampai SMP sudah ditentukan.
Jumlahnya mencapai 25.890 murid.
Ada 404 sekolah yang bersiap menampung puluhan ribu murid itu (selengkapnya baca grafis).
Baca Juga: SPMB Jalur Domisili Dimulai, Dokumen Ini yang Bisa Jadi Patokan Dinas Pendidikan
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, untuk jenjang SD, pihaknya membuka kuota untuk 11.536 murid.
Terdiri dari 7.807 murid yang disebar ke 195 SD negeri, sementara sisanya 3.729 murid bisa mendaftar ke 92 SD swasta.
Lalu jenjang SMP, kuotanya sebanyak 12.352 murid.
Meliputi 7.424 murid di SMP negeri dan 4.928 murid di SMP swasta.
Baca Juga: Berharap Juknis SPMB Segera Turun
Adhim melanjutkan, jumlah lulusan SD tahun ini sebanyak 14.354 murid.
Meliputi 8.178 murid SD negeri, 3.734 murid SD swasta, serta 2.442 murid madrasah ibtidaiyah.
”Dengan kuota sebanyak 12.352 murid, artinya ada 2.002 murid lulusan SD yang tidak bisa ditampung di SMP negeri atau swasta,” kata Adhim.
Kendati demikian, masih ada alternatif berupa madrasah tsanawiyah.
Namun, dia belum mengetahui kuota MTs di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang.
Selain kuota, pihaknya kini sedang mematangkan skema untuk SPMB 2025.
Itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru.
Dari permendikdasmen, terdapat peraturan turunan yang berisi skema persentase penerimaan dan lainnya.
Baca Juga: SPMB Domisili Buka Peluang Lintas Wilayah
Adhim menjelaskan, untuk SD terdapat tiga jalur penerimaan.
Pertama jalur domisili dengan persentase 80 persen.
Dalam permendikdasmen, kuota domisili sebenarnya 70 persen.
Namun karena tidak ada jalur prestasi, ada tambahan 10 persen.
Yang kedua jalur afirmasi sebesar 15 persen.
Baca Juga: Disdikbud Kota Malang Rancang Skema Baru untuk SPMB 2025
Lalu ketiga jalur kepindahan orang tua atau yang dulunya disebut mutasi dengan persentase 5 persen.
Sementara untuk SMP ada empat jalur.
Terdiri dari jalur domisili yang semula 50 persen dikurangi menjadi 40 persen.
Kedua, jalur afirmasi yang awalnya 20 persen menjadi 25 persen.
”Persentase jalur afirmasi kami tambah untuk mengakomodir murid-murid dari keluarga kurang mampu,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Disdikbud Kota Malang Pudjianik menyebut, lulusan TK yang akan masuk ke SD diperkirakan mencapai 10 ribu murid.
Baca Juga: PPDB Resmi Berubah Jadi SPMB, Bagaimana Sistemnya?
”Kalau ditotal sekarang untuk kelompok A dan B ada 19.415 murid dari 707 sekolah,” sebutnya.
Namun yang akan mendaftar ke SD adalah dari kelompok B.
Dia memperkirakan persentase lulusan sekitar 50 persen atau di kisaran 10 ribu murid.
Mereka akan berebut kuota di 287 SD dengan total 11.536 murid. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian