Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

105 Disabilitas Netra di UPT RSBN Malang Dilatih Mengaji Braille

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 8 Maret 2025 | 00:35 WIB

RUTIN TIAP RAMADAN: Disabilitas netra peserta pelatihan mengaji braille membacakan surat-surat di dalam Alquran secara bersama-sama di Masjid An-Nur, kemarin (6/3) (DARMONO / RADAR MALANG).
RUTIN TIAP RAMADAN: Disabilitas netra peserta pelatihan mengaji braille membacakan surat-surat di dalam Alquran secara bersama-sama di Masjid An-Nur, kemarin (6/3) (DARMONO / RADAR MALANG).

MALANG KOTA - Lantunan Surat Al-Baqarah terdengar di Masjid An-Nur yang ada di dalam UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, kemarin (6/3).

Surat tersebut dibacakan secara bersama-sama oleh 105 disabilitas netra.

Itu menjadi bagian dari pelatihan mengaji Alquran braille selama bulan Ramadan.

Instruktur mengaji braille sekaligus Takmir Masjid AnNur Muhammad Hafid mengatakan, setiap bulan Ramadan pihaknya memang rutin memberi pelatihan mengaji terhadap disabilitas netra yang berada di bawah naungan RSBN Malang.

Baca Juga: 18 Disabilitas dari Kota Malang Belajar Batik Kontemporer

Mulai dari huruf hijaiyah hingga Alquran.

Pelatihan dilakukan dengan metode berkelompok.

Di setiap kelompok, terdapat disabilitas yang sudah mahir mengaji braille.

Dari sana mereka bisa saling belajar.

Sehingga dalam satu sampai dua bulan, kemampuan masing-masing peserta bakal meningkat.

Baca Juga: Siapkan Bantuan untuk 362 Penyandang Disabilitas di Kota Malang

Tak hanya dilatih, ada beberapa disabilitas yang diminta mengikuti lomba ngaji braille selama Ramadan.

”Selain lomba ngaji braille ada tartil sensori Alquran, hafalan, dan tahun ini kami tambah lomba memahami hadits,” imbuh Hafid.

Salah satu disabilitas netra Devi Vina Arianti mengatakan, saat ini dia sudah menghafal untuk juz 29 dan juz 30.

Devi sendiri sudah belajar ngaji braille sejak delapan bulan lalu.

Tepatnya sebelum berada di UPT RSBN Malang.

Selama mempelajari ngaji braille, Devi merasakan tantangan.

”Terutama dalam membedakan huruf harokat,” ungkap perempuan asal Nganjuk tersebut. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Ramadan 2025 #Disabilitas Netra #Inspirasi Ramadan