MALANG KOTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Hanya saja, ada penyesuaian menu yang diberikan kepada siswa.
Jika sebelumnya makanan siap saji, khusus bulan Ramadan di berikan dalam bentuk paket snack atau makanan ringan.
Di Kota Malang, baru ada satu Satuan Pelayanan Pemenu han Gizi (SPPG) yang beroperasi.
Yaitu di bawah naungan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesa (BMCI).
Sebenarnya ada satu lagi yang menjalankan MBG, namun dananya berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketua Perwakilan Yayasan BM CI Ibnu Taufiq menuturkan, tidak ada perbedaan terkait jumlah siswa yang dilayani SPPG Bahrul Maghfiroh.
Total, mulai jenjang siswa TK hingga SMA, SPPG tersebut menyediakan MBG untuk 3.300 siswa setiap harinya.
Penentuan terkait menu yang diberikan, SPPG mengikuti arahan yang diberikan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ada tiga personel yang ditugaskan BGN untuk mengawal produksi MBG di SPPG Bahrul Maghfiroh.
”Kalau personel yang memasak di SPPG kami ada 45 orang,” tutur Taufiq.
Seperti menu yang diberikan kepada siswa SMPN 25 Malang kemarin.
Jumlahnya ada lima item.
Terdiri dari roti, buah jeruk, telur, kurma, dan susu kemasan.
Tidak ada pemberian nasi dan lauk pauk.
Di tempat berbeda, pelaksana an MBG di SDN Lowokwaru 3 dihentikan sementara.
Pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut berasal dari dana CSR perusahaan ojek online.
Kepala SDN Lowokwaru 3 Malang Anis Yuniati menuturkan, penghentian sementara itu di dasarkan pada beberapa pertimbangan.
Pertama, ketika diberikan dalam bentuk makanan siap saji seperti biasa.
Dikhawatirkan siswa tidak khusyuk dalam beribadah.
Kemudian jika dibawa pulang untuk berbuka, paket MBG yang diberikan bisa basi.
Dengan pertimbangan itu, tidak ada pengiriman MBG dari CSR selama bulan Ramadan.
”Nanti lanjut tanggal 9 April sampai Juni,” tutur Anis.
Lebih lanjut Anis berharap, pro gram kerja sama penyediaan MBG dengan pihak swasta bisa berlanjut.
Sebab kontraknya akan berakhir bulan Juni 2025. (adk/by)
Editor : A. Nugroho