Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Barongsai Kota Malang Cukupi Kebutuhan Alat Latihan secara Mandiri

Galih R Prasetyo • Minggu, 16 Maret 2025 | 00:10 WIB

DITUNJANG PIHAK KETIGA: Atlet Barongsai Kota Malang latihan di Kelenteng Eng An Kiong, jalan R.E. Martadinata, beberapa waktu lalu (Barongsai Kota Malang for Radar Malang).
DITUNJANG PIHAK KETIGA: Atlet Barongsai Kota Malang latihan di Kelenteng Eng An Kiong, jalan R.E. Martadinata, beberapa waktu lalu (Barongsai Kota Malang for Radar Malang).

RADAR MALANG - CABOR Barongsai Kota Malang terus memantapkan persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2025.

Mereka optimistis menatap kejuaraan tersebut.

Itu karena, didukung venue dan peralatan yang memadai.

”Untuk fasilitas kami memang sudah cukup (baik). Karena Barongsai Kota Malang juga mengadakan dan diundang berbagai show,” papar Pelatih Barongsai Kota Malang Brilliant Matriwiria.

Baca Juga: Barongsai Kota Malang Ditunjang Pelatih dan Fasilitas Terbaik

Karena itu, mempunyai finansial yang baik.

Menurutnya barongsai merupakan cabor yang unik.

Selain digunakan sebagai olahraga, cabor tersebut juga memiliki sisi entertainment.

Khususnya pada aspek seni pertunjukan tradisional.

Atraksi barongsai dapat menarik atensi dari penonton di acara formal maupun informal.

Baca Juga: Barongsai Kota Malang, Kesulitan Melakukan Penjaringan Atlet

Faktor inilah, yang mendorong Brilliant dan koleganya untuk mengenalkan dan melestarikan seni pertunjukan asal Tiongkok itu ke masyarakat luas.

”Itulah kenapa kami menggelar pertunjukan di hotel hingga ke sejumlah kelenteng di Malang,” terangnya.

Dari setiap pertunjukan, tim Barongsai Kota Malang memperoleh pendapatan dengan jumlah yang bervariasi.

Besarnya pemasukan bergantung pada skala acara yang digelar.

Saat perayaan Tahun Baru Imlek, pendapatan mereka biasanya meningkat signifikan.

Informasi diterima wartawan koran ini angkanya sampai jutaan untuk sekali show.

Umumnya, pendapatan dari pertunjukan tidak hanya dibagikan kepada para atlet yang terlibat.

Baca Juga: Bridge Kota Malang Asah Mentalitas Bertanding Atlet untuk Porprov Jawa Timur 2025

Sebagian juga dialokasikan untuk peremajaan alat-alat barongsai.

Usaha itu sangat membantu memenuhi kebutuhan.

Alasannya, perlengkapan barongsai tergolong mahal.

”Kepala barongsai dari Malaysia, satu saja seharga Rp 10 juta. Kalau lion utuh itu biasanya Rp 11 juta. Alat musik seperti kenong tong barongsai itu harganya puluhan juga,” jelasnya. (wb3/gp)

Editor : Aditya Novrian
#Porprov Jatim 2025 #latihan mandiri #Kota Malang #seni tradisional #Pertunjukan Barongsai #barongsai