Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Kredit Rumah di Malang Naik 7,8 Persen

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 29 Maret 2025 | 18:05 WIB

DIDUKUNG BANYAK SEKTOR: Unit baru di Perumahan CitraLand Puncak Tidar terus dibangun pihak pengembang (DARMONO / RADAR MALANG).
DIDUKUNG BANYAK SEKTOR: Unit baru di Perumahan CitraLand Puncak Tidar terus dibangun pihak pengembang (DARMONO / RADAR MALANG).

Perbankan Salurkan Rp 1,47 Triliun sampai Awal Tahun

MALANG KOTA - Penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengalami pertumbuhan.

Hingga Januari 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 104,87 triliun.

Jumlah itu naik 12,63 persen secara tahunan.

Baca Juga: Makin Banyak Pekerja Informal di Malang Lirik KPR Subsidi

Salah satu sektor yang mengalami peningkatan signifikan yakni kredit kepemilikan rumah tinggal di Bank Umum Syariah.

Nominal kreditnya mencapai Rp 1,47 triliun, naik 7,8 persen secara year over year (yoy).

Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih di angka 2,2 persen.

Sementara itu, Bank Umum Konvensional (BUK) lebih banyak menyalurkan kredit di sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai Rp 19,73 triliun.

Baca Juga: Bank Target Penyaluran KPR Subsidi di Kota Malang Naik Lipat Dua

Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyalurkan kredit ke sektor yang sama senilai Rp 446,47 miliar.

PLT Kepala OJK Malang Firdaus Aditya Rizqi mengatakan, dari berbagai sektor yang mendapatkan kredit, kepemilikan ruko atau rumah kantor (rukan) mencatatkan lonjakan tertinggi.

Senilai 143,68 persen yoy.

Selain itu, sektor listrik, gas, dan air juga mengalami peningkatan.

Diikuti sektor kepemilikan apartemen.

”Perbankan di Malang juga terus mendukung pertumbuhan UMKM, dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp36,86 triliun atau setara dengan 35,15 persen dari total kredit,” tuturnya.

Dari sisi penghimpunan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 4,69 persen yoy menjadi Rp 101,02 triliun.

Rinciannya, giro naik 6,61 persen, tabungan meningkat 6,65 persen, dan deposito tumbuh tipis 0,64 persen secara yoy.

Baca Juga: BI MALANG Siapkan Kuota Penukaran Uang Baru di Perbankan

Terkait risiko kredit, rasio NPL gross per Januari 2025 berada di angka 2,47 persen.

Sementara Loan at Risk (LaR) tercatat di angka 7,35 persen.

Meski meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, angka itu lebih baik dibanding Januari 2024, yang mencapai 8,45 persen.

”Kredit investasi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 25,40 persen. Diikuti kredit konsumsi sebesar 10,32 persen, dan kredit modal kerja 7,41 persen,” tambahnya.

Di tempat lain, Branch Manager BTN Malang Turmono mengatakan, pertumbuhan kredit perumahan memang menjanjikan.

Baca Juga: Mulai Marak Modus Kejahatan Smishing, BRI Imbau Nasabah untuk Waspada dan Jaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan

”Itu karena didukung berbagai sektor. Mulai dari pendidikan sampai pariwisata,” tuturnya.

Meski pertumbuhan kredit cukup tinggi, rasio NPL tidak sampai di angka 2 persen.

”Masih sangat aman, karena batas atasnya kan 5 persen,” tambahnya.

Pembayaran menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh perbankan paling banyak diminati masyarakat dibanding metode pembayaran lainnya.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) Malang Dony Ganatha mengatakan, KPR banyak diminati karena lebih minim risiko.

”Perbankan memiliki unit risk yang meminimalisir kesalahan manajemen,” tuturnya.

Baik KPR subsidi maupun non-subsidi, kata Dony, memiliki peminat yang sama banyaknya.

Perbankan juga cukup selektif untuk memberikan kredit.

Sehingga angka kredit macet tidak begitu besar.

”Bahkan pengembang juga ada persyaratan sendiri untuk menyalurkan KPR,” tambahnya. (dur/by)

Editor : A. Nugroho
#ekonomi #Perbankan #properti #malang #OJK #KPR