Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Madrasah Negeri Terpadu Jalan Bandung Bakal Dipecah Siapkan Sebagian Kelas di Kedungkandang

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 9 April 2025 | 16:17 WIB
SOLUSI: Rencana pemecahan madrasah negeri terpadu yang diusulkan pemkot ditujukan untuk mengurai kemacetan di Jalan Bandung, Kota Malang.
SOLUSI: Rencana pemecahan madrasah negeri terpadu yang diusulkan pemkot ditujukan untuk mengurai kemacetan di Jalan Bandung, Kota Malang.

MALANG KOTA- Kompleks madrasah negeri terpadu di Jalan Bandung bakal ditata ulang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah mengusulkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang untuk memecah beberapa kelas ke wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Tujuannya untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang sudah sangat parah di titik tersebut.

Yang dimaksud madrasah negeri terpadu di Jalan Bandung adalah MIN 1 Kota Malang, MTSN 1 Kota Malang, dan MAN 2 Kota Kalang Malang.

Selama ini, aktivitas antar-jemput siswa di sekolah tersebut selalu membuat macet arus lalu lintas.

Penyebabnya, banyaknya orang tua yang menjemput anaknya menggunakan kendaraan roda empat.

Ditambah tidak adanya tempat parkir yang memadai, kendaraan para penjemput itu menjadi biang kemacetan yang sangat parah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, penataan yang dimaksud bukan berarti memindahkan lokasi madrasah terpadu. Bangunan di Jalan Bandung dipastikan tetap dipertahankan.

Hanya saja, di Kecamatan Kedungkandang dibuat seperti kampus 2.

Dia mencontohkan, kelas satu dan dua di MTSN 1 atau MAN 2 masih di Jalan Bandung.

Sedangkan kelas tiga berada di Kecamatan Kedungkandang. Bisa juga diberlakukan sebaliknya.

Usul semacam itu sudah dikomunikasikan dengan Kemenag dan mendapat respons positif. “Kemacetan di Jalan Bandung sudah menjadi atensi beberapa waktu terakhir. Dengan pemecahan diharapkan lebih lancar,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, jika usulan itu terealisasi, Pemkot Malang bersedia menyediakan lahan.

Sedangkan pembangunan gedung sekolah dan fasilitasnya dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Sudah ada pembicaraan dan Kemenag siap membangun,” papar Wahyu.

Pemilik kursi N1 itu menambahkan, bangunan madrasah terpadu itu akan berlokasi di dekat Islamic Center.

Tepatnya di Jalan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.

Di lokasi tersebut Pemkot Malang masih memiliki sisa lahan sebesar delapan hektare.

Selain menjadi sekolah, di kawasan tersebut juga akan dibangun kantor Satpol PP, kantor imigrasi, dan kantor polsek.

“Harapannya di Malang bagian timur bisa lebih hidup. Menjadi pusat pemerintahan dan pendidikan baru,” terang pria kelahiran tahun 1966 itu.

Ditanya terkait kekhawatiran terjadinya penurunan kualitas, Wahyu menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi.

Sebab, para tenaga pendidik dan pengelola sekolahnya tetap sama.

Hanya bangunan dan tempat pembelajaran saja yang dipecah.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton menyambut baik rencana dari pemkot tersebut.

Dia membenarkan bahwa pemecahan kelas madrasah terpadu menjadi salah satu upaya mengurangi kemacetan.

Pemindahan juga diharapkan bisa membawa dampak pada lingkungan sekitar.

Keberadaan sekolah dan ribuan siswa di Jalan Arjowinangun bisa memicu pertumbuhan UMKM dan menggerakkan roda perekonomian.

“Rencana ini bisa meningkatkan ekonomi dan memakmurkan lingkungan sekitar,” ucap Gus Shampton. (adk/fat)

Editor : A. Nugroho
#Pemkot Malang #Kota Malang #Jalan Bandung #madrasah negeri #kemenag #Pemerintahan