MALANG KOTA - Dari 254 pendaftar, dihasilkan dua nama pemenang dalam pemilihan Kakang Mbakyu Cilik 2025 di Malang Creative Center (MCC), kemarin (12/4).
Yang pertama yakni Fahreza Danenda AlGhifari, siswa kelas 6 SD Insan Amanah.
Selanjutnya yakni Aiko Nadhifa Anayah Hartanto, siswi kelas 6 SD Anak Saleh.
Tahapan pemilihan Kakang Mbakyu Cilik 2025 sudah dimulai bulan Januari lalu.
Dari total 254 pendaftar, panitia menyaring menjadi 20 peserta.
Pada tahap berikutnya, 10 pasang finalis dikerucutkan menjadi lima pasang.
Selanjutnya ada tiga pasang yang melaju ke babak grand final, kemarin.
Tiga grand finalis Kakang Cilik 2025 yakni Praba Aldrian Zein Syahreza, Darrel Haidar El Fatih, dan Fahreza Danendra.
Sementara tiga besar Mbakyu Cilik 2025 yakni Felicia Anindya Salsabila Afinda, Aiko Nadifa Anaya Hartanto, dan Anya Rasendriya.
Mereka mendapat beragam pertanyaan dari juri.
Mulai dari tema pariwisata, kemampuan berbicara di depan publik, dan bahasa.
Berbagai persiapan sudah dilakukan para grand finalis untuk babak akhir, kemarin.
Seperti disampaikan Chusnul Rofiah, ibu dari Aiko.
”Saya selalu mengajarkan agar dia tidak cepat puas dengan hasil. Alhamdulillah, ananda juga tidak keberatan,” terangnya.
Sejak kecil, dia membiasakan putrinya mencoba berbagai kegiatan.
Mulai dari wushu, taekwondo, dan mengikuti berbagai lomba.
Itu dilakukan agar pengalaman putrinya bertambah.
Dukungan penuh juga ditunjukkan Naela Rahmah, ibu dari Fahreza Danendra Alghifari.
”Kebetulan Fahreza punya ketertarikan di dunia public speaking, jadi saya hanya mengarahkan saja,” terang Naela.
Sebelum ajang Kakang Mbakyu Cilik 2025, putranya juga sempat memenangkan berbagai perlombaan.
Seperti lomba puisi dan da’i cilik.
Kemampuan public speaking para Kakang Mbakyu Cilik juga memukau penonton yang hadir.
”Saya kagum, usia anak SD sudah bisa menyampaikan visi dan misi. Kemampuan Bahasa Inggrisnya juga mumpuni,” kata Fiqih Astaningrum salah satu pengunjung yang datang kemarin (12/4).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyebut bahwa ajang itu rutin digelar setiap dua tahun.
Pertama kali digelar pada 2019 lalu.
Sejak awal digelar, pesertanya maksimal duduk di kelas 6 SD.
”Kami akan adakan terus, karena mereka (pemenang) yang akan memegang estafet (promosi) kepariwisataan di Kota Malang,” kata Baihaqi. (wb4/by)
Editor : A. Nugroho