Sinyal Molornya Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang
Bayu Mulya Putra• Selasa, 15 April 2025 | 17:53 WIB
TAK KUNJUNG DIMULAI: Bagian air mancur di Alun-Alun Kota Malang rencananya bakal direvitalisasi.
Start Pelaksanaan Jadi Wewenang Bank Jatim
MALANG KOTA - Start revitalisasi Alun-Alun Merdeka masih menjadi teka-teki.
Hingga pertengahan bulan ini, belum diketahui kapan bakal dilakukan.
Karena kondisi itu, ada kemungkinan proyeknya molor lagi.
Sebelumnya, pengerjaan proyek direncanakan pada awal 2025 ini.
Namun akhirnya ditunda, karena berdekatan dengan momen Ramadan dan Lebaran.
Lokasi alun-alun yang dekat dengan Masjid Jami’ Malang dikhawatirkan mengganggu masyarakat dalam melaksanakan ibadah (selengkapnya baca grafis).
Grafis wacana revitalisasi alun alun merdeka.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya menuturkan, jika sesuai jadwal, seharusnya pengerjaan dimulai setelah Lebaran.
Namun, pihaknya belum mengetahui kapan dimulai pelaksanaan revitalisasi tersebut.
”Pelaksanaannya menunggu Bank Jatim. Kami tidak bisa menentukan tanggal,” tutur dia.
Dari rencana awal, revitalisasi itu memang tidak menggunakan dana dari APBD Kota Malang.
Dananya bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim.
Rahman menjelaskan, secara konsep sudah tidak ada masalah.
Rencana revitalisasi juga sudah disetujui kedua pihak. Saat ini hanya tinggal menunggu pelaksanaan saja.
”Secara konsep sudah dipaparkan dan kami setuju,” terang dia.
Perbaikan bakal dilakukan di area bermain anak. Kemudian, fasilitas toilet dan pencahayaan akan ditingkatkan. ”
Air mancur nanti lebih fleksibel. Bisa dibuka saat jam tertentu, dan bisa ditutup jadi seperti lantai biasa,” jelas Rahman.
Dalam revitalisasi itu, dia menekankan, tidak ada titik khusus untuk PKL.
Jika disiapkan tempat, Rahman menyebut itu akan mengubah fungsi awal dari taman tersebut.
”Alun-alun ini tempat terbuka yang bisa dinikmati masyarakat, sehingga tidak ada tempat khusus PKL,” tandasnya.
Wartawan koran ini coba mengonfirmasi kepada Bank Jatim terkait jadwal revitalisasi.
Namun hingga berita ini ditulis, Perwakilan Bank Jatim Cabang Malang Asri belum memberikan respons.
Seperti diberitakan, kabarnya dana senilai Rp 6 miliar akan digelontorkan Bank Jatim.
Di tempat lain, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta Pemkot proaktif menanyakan jadwal revitalisasi alun-alun. Jangan sampai seperti sebelumnya
. Saat pelaksanaan perbaikan masih belum jelas dan berujung penundaan.
”Meskipun CSR, Pemkot tetap punya hak karena itu aset pemerintah. Sehingga harus lebih aktif lagi menanyakan kejelasan perbaikan ini,” tegasnya. (adk/by)