Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Gugur di 23 Besar, Aqilah Natasya Rahman Berhasil Comeback di MasterChef Indonesia

Bayu Mulya Putra • Selasa, 22 April 2025 | 17:24 WIB
BUAH KEGIGIHAN: Aqilah Natasya Rahman berpose di Galeri MasterChef Indonesia Season 12. Dia sudah menembus posisi 15 besar.
BUAH KEGIGIHAN: Aqilah Natasya Rahman berpose di Galeri MasterChef Indonesia Season 12. Dia sudah menembus posisi 15 besar.

SORE itu, jantung Aqilah berpacu lebih kencang dari biasanya.

Di ruang audisi MasterChef Indonesia Season 12, gadis asli Kota Malang itu menyajikan menu Chicken Pandan with Butter Rice and Sambal Kecombrang di depan ketiga juri.

Yakni Chef Juna Rorimpandey, Chef Renatta Moeloek, dan Chef Rudy Choirudin.

Satu per satu juri mencicipi menu buatan Aqilah.

Ekspresi ketiga juri tampak menikmati menu makanan yang dia buat.

Tanpa pikir panjang, Aqilah berhasil mendapat dua ’yes’ dari Chef Juna dan Chef Renata.

Dengan menu itu, dia berhasil membawa apron MasterChef untuk melaju ke babak berikutnya.

Di babak bootcamp, Aqilah menjadi peserta terakhir yang lolos dari 25 besar.

”Saya memang suka masak dari TK. Dulu sering nonton MasterChef,” kata dia saat ditemui Jawa Pos Radar Malang, Minggu (21/4) lalu.

Masuk ke galeri MasterChef memang menjadi mimpi terbesarnya.

Siapa sangka, mimpi itu nyata menghampirinya.

Aqilah kecil memang senang memasak.

Bahkan, saat usianya masih lima tahun, dia sering mengundang teman-temannya untuk masak bersama di rumah.

Tak jarang juga dia memberikan kejutan kepada sang bunda selepas pulang kerja.

”Taraa! Hari ini aku masak pancake,” ujarnya sembari mempraktikkan hal yang dia sering lakukan semasa kecil.

Mimpinya untuk menjadi seorang chef sangat besar.

Saat anak kecil lain ingin menjadi dokter atau dosen, Aqilah tetap bercita-cita menjadi tukang masak.

Bahkan, dia sering mengumpulkan uang dari hasil jualan snack yang dia buat atau sisa uang jajan untuk membeli peralatan masak yang canggih.

Seperti oven listrik misalnya.

”Saya ingat betul dulu bisa ketemu Chef Juna waktu acara workshop di Malang,” kata perempuan berusia 22 tahun itu.

Karena senang masak, sang ibunda membelikan dia tiket untuk datang ke acara demo masak di sebuah mal di Kota Malang.

Sembari melihat Chef Juna dari kejauhan, Aqilah kecil dipanggul oleh sang ayah.

Kian bertumbuh dewasa, citacitanya untuk menjadi seorang chef tidak luntur.

Namun, keinginannya tidak berjalan lancar begitu saja.

Orang tua Aqilah sempat tak setuju dengan mimpinya kala itu.

Akhirnya, perlahan dia mulai mengubur cita-citanya dan mengejar mimpi yang lain.

Melihat cita-citanya yang besar, Aqilah akhirnya mendapat restu dari kedua orang tuanya.

Dia menempuh studi di The Sages International mengambil jurusan Culinary Art. Dari sana, satu per satu mimpinya mulai mendekat.

Dia sempat magang di Qatar, Timur Tengah.

”Sebenarnya saya dari awal ragu ikut MasterChef, tapi mama ingin saya mencoba,” tutur gadis kelahiran 2002 itu.

Proses audisi dia tempuh dengan perjalanan yang cukup panjang.

Mulai dari audisi online, kemudian berlanjut ke city audition di Kota Surabaya.

”Saya aslinya cukup minder, karena ini pengalaman pertama saya ikut lomba. Apalagi saat audisi, banyak peserta yang lebih jago,” cerita warga Kecamatan Lowokwaru itu.

Satu bulan kemudian, dia dinyatakan berhasil lolos dan berangkat ke Jakarta untuk on air audition.

Dia harus menjalani karantina selama dua minggu.

Setelah lolos dari on-air audition, dia harus berjuang kembali di babak bootcamp yang selanjutnya berhasil lolos untuk bertanding di Galeri MasterChef Indonesia Season 12.

”Selama proses syuting cukup capek fisik dan mental,” kata alumnus SMAN 5 Malang itu.

Dia mengaku berangkat syuting pukul 05.00 dan kembali istirahat pada pukul 01.00.

Itu dia lakukan setiap hari kecuali weekend.

”Apalagi juga tidak bisa pakai HP, jadi saya habiskan waktu untuk baca buku resep,” kata dia.

Sayangnya, perjuangan Aqilah harus berhenti di tahap 23 besar.

Dia menjadi salah satu peserta yang gugur pada challenge buah kesemek.

Meski berhasil menyelesaikan menu bakpao kesemek, pilihan menu yang dia buat cukup fatal lantaran terlalu berair.

”Tapi saya diberikan kesempatan kedua untuk berjuang kembali di black team,” jelas gadis yang kini berusia 22 tahun itu.

Aqilah berhasil merebut kembali apron putih dan kembali ke Galeri MasterChef Indonesia Season 12.

Dalam proses memperjuangkan apron putih, Aqilah membawakan menu Gulai Chicken Roulade with Stir Frying Prawn.

Meski ada beberapa kritikan pada menunya, dia menjadi peserta terakhir yang berhasil lolos dari black team.

Kiprahnya di MasterChef Indonesia Season 12 pun berlanjut.

Saat ini, dia tengah melaju ke babak berikutnya di babak 14 besar.

Dia enggan membocorkan sampai tahap berapa dia berjuang.

Yang jelas, Aqilah cukup senang belajar dan berkompetisi di acara masak bergengsi di Indonesia itu.

”Tentu ke depan ingin lebih banyak eksplor di dunia kuliner, mengembangkan bisnis dan juga menginspirasi banyak orang,” jelas pemilik Nanda Salad and Bakery itu. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#Delegasi #indonesia #MasterChef Indonesia #Kota Malang #waktu #Mimpi #masterchef