RADAR MALANG - Pada 24/04 kemarin, Kedua orang tua dari Blitar berangkat ke Universitas Negeri Malang dengan memulai perjalanan sejak pukul delapan pagi.
Dengan penuh harapan, mereka menempuh tiga jam perjalanan demi mengantar anaknya mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Malang (UM).
Bagi anak mereka yang masih duduk di bangku SMA, UM adalah kampus impian, dengan program studi Teknik Mesin pilihan utamanya.
Harapan besar dari kedua orang tuanya, yang rela meluangkan waktu dan tenaga agar anak mereka dapat berjuang di ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Baca Juga: Tips Ampuh Cegah dan Atasi Sakit Perut Saat Ujian UTBK-SNBT
Selama menunggu anak menyelesaikan ujian, kedua orang tua ini tidak menyia-nyiakan waktu.
Mereka aktif mencari informasi terkini tentang berbagai jalur masuk perguruan tinggi, salah satunya mekanisme seleksi mandiri UM.
Sang ibu mengaku telah rutin memantau akun-akun resmi UM di media sosial untuk mendapatkan update terbaru tentang penerimaan mahasiswa baru.
"Saya ikuti semua akun Instagram UM agar tidak ketinggalan info penting," ujarnya dengan penuh antusiasme.
Baca Juga: Cerita Seru Peserta Tes UTBK 2025 di Universitas Brawijaya!
Meskipun dalam hati kecilnya ia lebih berharap anaknya memilih Ilmu Pendidikan Teknik, agar kelak bisa menjadi seorang pengajar, orang tua ini tetap mendukung penuh keputusan anaknya yang lebih tertarik pada bidang teknik dan otomotif.
Mereka memahami bahwa pilihan jurusan adalah keputusan besar yang akan menentukan masa depan anak mereka.
Demi mendukung sang anak, mereka tak hanya menyiapkan mental, tetapi juga membantu dengan menyediakan soal-soal latihan dan menggali informasi mengenai berbagai alternatif masuk perguruan tinggi, termasuk jalur mandiri UM .
Saat ujian berlangsung, mereka tak berdiam diri.
Di sekitar lingkungan kampus, mereka aktif mencari informasi lebih lanjut mengenai jalur mandiri sebagai langkah antisipasi jika hasil SNBT belum sesuai harapan.
Mereka bertanya mengenai prosedur pendaftaran, persyaratan, hingga jadwal seleksi, dengan harapan anak mereka memiliki peluang lain untuk bisa masuk ke UM.
Persaingan masuk perguruan tinggi negeri semakin ketat, dan mereka menyadari bahwa usaha terbaik harus dilakukan.
Baca Juga: Intip Cara Menjawab Soal Peserta SNBT 2025 di Universitas Negeri Malang
Dukungan yang diberikan bukan sekadar fisik, tetapi juga emosional.
Mereka ingin memastikan anaknya bisa menghadapi proses seleksi dengan percaya diri, tanpa beban pikiran yang menghambat performa ujian.
Di balik perjalanan panjang, informasi yang terus digali, dan usaha tanpa henti, ada satu harapan untuk melihat anak mereka mengenakan almamater UM dan melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan. (fi/sai)
Editor : A. Nugroho