MALANG KOTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang mencatat Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) selama April lalu mengalami penurunan.
IKE berada di level 133,2.
Berbeda jika dibanding bulan sebelumnya ketika IKE masih di level 137,0.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih, Gerakan Ekonomi Desa Menuju Kesejahteraan Nasional
Ada beberapa penyebab IKE menurun.
Salah satunya adalah tingkat penghasilan masyarakat menurun.
Penurunan tersebut turut berpengaruh pada Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) yang ikut merosot.
Pada bulan Maret masih optimistis di angka 154,7.
Baca Juga: Dorong Perputaran Ekonomi Grassroot, BRI Salurkan Kredit di Segmen Mikro Sebesar Rp 632,22 Triliun
Namun pada April lalu turun di level 152,3.
”Meskipun menurun, angkanya masih menunjukkan ekspektasi kuat untuk enam bulan ke depan,” ujar Kepala KPw BI Malang Febrina.
IEK terdiri dari beberapa komponen.
Mulai dari kondisi kegiatan usaha, ekspektasi penghasilan, hingga ketersediaan lapangan kerja.
Di Kota Malang, terpantau kondisi kegiatan usaha menurun dari 152,5 pada Maret.
Kemudian April menyusut hingga 151.0.
”Meski demikian, optimisme konsumen tetap terjaga,” lanjut Febrina.
Baik pada kondisi ekonomi saat ini maupun masa depan.
Konsumen masih berada di angka aman atau kepercayaannya cukup tinggi.
Sunaryo, warga asal Blimbing juga merasakan kondisi ekonomi saat ini tengah bergejolak.
Baca Juga: Di Tengah Tantangan Perlambatan Ekonomi, Pertamina Terus Dukung UMKM
Namun, dia masih optimistis ada perbaikan yang dilakukan berbagai pihak.
”Ada perang darang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat beberapa waktu tentu jadi pertimbangan. Kira-kira apakah kita juga terdampak,” jelas dia.
Kini, dia lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.
Pria 40 tahun itu lebih memilih menyimpan uang.
Kemudian jika kondisi ekonomi sudah stabil, maka dia tak segan untuk membelanjakannya. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho