Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Bulan, Transaksi QRIS di Wilayah BI Malang Capai Rp 2,5 T

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:37 WIB

Salah satu toko kelontong di Kecamatan Klojen memasang merchant QRIS. Jumlah pelaku UMKM yang memasangnya terus meningkat (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).
Salah satu toko kelontong di Kecamatan Klojen memasang merchant QRIS. Jumlah pelaku UMKM yang memasangnya terus meningkat (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).

MALANG KOTA - Transaksi lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin meningkat.

Sejak awal 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mencatat ada 26,3 juta transaksi.

Total nominalnya mencapai Rp 2,5 triliun.

Baca Juga: Dikritik AS, BI Justru Kian Melebarkan Transaksi QRIS ke Jepang dan China

Kota Malang mendominasi transaksi menggunakan QRIS di wilayah BI Malang.

Persentasenya hingga 66,7 persen.

Kenaikan signifikan umumnya terjadi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada bulan Maret.

”Berdasar data merchant yang ada, mayoritas transaksi terjadi di UMKM,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Dedi Prasetyo.

Baca Juga: Tahun Ini BI Malang Target 830 Ribu Merchant QRIS

Sektor UMKM-nya pun beragam.

Mulai dari makanan, minuman, dan belanja barang.

Pada bulan Januari, Kanwil BI Malang mencatat ada 7,8 juta kali transaksi.

Nilainya mencapai Rp 774,1 miliar.

Sementara pada bulan Februari mencatat sekitar 8 juta transaksi.

Nominal yang berputar senilai Rp 678 miliar.

”Terakhir data yang kami rekap bulan Maret ada 10,5 juta transaksi,” lanjut Dedi.

Nominal transaksinya mencapai Rp 1 triliun.

Total keseluruhan transaksi Rp 2,5 triliun.

Penggunaan QRIS yang praktis sedikit banyak juga menarik minat pembeli.

Baca Juga: Berikan Kecepatan dan Kemudahan dalam Genggaman, BRI Luncurkan QRIS TAP

Terutama bagi anak muda yang cenderung tidak suka membawa uang tunai.

Di pihak lain, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebut, saat ini pihaknya sudah membina 38.570 UMKM.

Dari angka tersebut, sebanyak 30 persennya sudah memakai QRIS.

”Saya targetkan seluruh UMKM binaan memakai QRIS,” ujar Eko.

Sebab penggunaan QRIS bisa mendukung digitalisasi UMKM agar pencatatan transaksi lebih akurat.

Untuk itu pihaknya kini sedang menyusun strategi agar semakin banyak UMKM yang menggunakan QRIS. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#UMKM MAlang #ekonomi malang #bank indonesia #qris #Digitalisasi UMKM #transaksi digital