Evaluasi Dishub terkait Rekayasa Lalin Jalan Kahuripan-Tumapel
"Uji coba nanti masih sebulan, kami akan lihat, jika menurunkan kepadatan pasti akan permanen.”
WIDJAJA SALEH PUTRA Kepala Dishub Kota Malang
MALANG KOTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan Kahuripan-Tumapel telah berjalan enam hari.
Belum ada evaluasi skala besar yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Meski demikian, ada beberapa catatan yang jadi atensi dishub.
Baca Juga: Satria vs Revo Bertabrakan di Pakis Malang, Dua Pengendara Terluka
Catatan itu berupa peningkatan sosialisasi penerapan one way di Jalan Kahuripan.
Sebab, masih banyak pengendara yang belum mengetahui.
Rekayasa lalin di Kecamatan Klojen itu sudah berlangsung sejak Rabu lalu (14/5).
Baca Juga: Dishub Kota Malang Uji Coba Rekayasa Lalin di Jalan Kahuripan, Mulai Dijajal Sampai Sebulan ke Depan
Perubahan yang dilakukan adalah Jalan Kahuripan dibuat satu arah.
Dari arah balai kota tidak bisa lagi masuk ke Jalan Kahuripan.
Kemudian pengendara dari Koridor Kajoetangan yang akan ke Pasar Splendid harus memutar ke Balai Kota Malang terlebih dulu.
Kemudian baru bisa belok kanan ke Splendid, di Jalan Majapahit.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba rekayasa lalin.
Baca Juga: Dishub Kabupaten Malang Siapkan Rekayasa Lalin Sambut Laga Singo Edan
Dari pelaksanaan di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui skema anyar.
Sehingga, setiap hari, dishub menempatkan personel di titik tersebut.
Selain memberikan sosialisasi, juga menghalau pengendara yang masih nekat mengarah langsung ke Splendid.
”Wajar masih ada yang belum mengetahui skema baru. Untuk itu disiapkan petugas dan kami tingkatkan sosialisasi secara masif,” terang Jaya.
Terkait laju kendaraan, Jaya mengatakan, masih memerlukan kajian.
Karena harus dihitung juga saat akhir pekan.
Baca Juga: 129 Pelanggar Lalin yang Tercatat di Kejari Kabupaten Malang Belum Bayar denda
Mulai hari Jumat sampai Minggu.
”Uji coba nanti masih sebulan, kami akan lihat, jika menurunkan kepadatan pasti akan permanen,” tegas mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Malang itu.
Ruben Wanda, seorang pengendara sepeda motor mengaku masih kaget dengan perubahan rekayasa lalin di Jalan Kahuripan-Tumapel.
Dia yang hendak ke Pasar Splendid kini harus memutar lebih jauh.
”Tapi sebenarnya tak masalah karena tak terlalu macet. Dulu di perempatan (Kahuripan) itu kan selalu macet,” ujar dia.
Meski demikian, dia berharap ada evaluasi dari dishub.
Pria 30 tahun itu masih menemui banyak pengendara yang melawan arus di Jalan Tumapel. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho