Rekap Hasil UKD, Ada 9.072 Siswa yang Nilainya Rendah
MALANG KOTA - Rangkaian Ujian Kompetensi Dasar (UKD) selesai pada Jumat lalu (16/5).
Hasilnya, banyak pelajar SD yang nilainya masih rendah dalam ujian numerasi.
Jumlahnya mencapai 9.072 siswa atau 67,14 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, ribuan siswa itu meraih kategori nilai 5.
Sementara yang nilainya lebih tinggi berjumlah 1.060 siswa.
”Terdiri dari siswa yang meraih kategori nilai 6,5 sampai 7,99 sebanyak 838 siswa, dan nilai 8 ke atas sebanyak 222 siswa,” kata Adhim.
Kondisi tersebut menunjukkan kalau kemampuan memahami, menggunakan, dan menafsirkan angka dalam kehidupan seharih-ari perlu ditingkatkan.
Ujian tersebut juga menjadi pertanda kemampuan berpikir matematika.
Sebaliknya, pada ujian literasi, siswa yang kategori nilainya tinggi lebih banyak.
Mulai dari kategori nilai 6,5 sampai 7,99 dengan jumlah 5.672 siswa.
Satu lagi yang meraih kategori nilai 8 ke atas sejumlah 3.789 siswa.
”Kemudian untuk yang kategori nilai 5 sebanyak 2.092 siswa,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Siswa yang meraih nilai tinggi itu biasanya ada di sekolah-sekolah yang memiliki persiapan olimpiade.
Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Tahun lalu, kondisinya pun hampir sama.
Adhim melan jutkan, setelah UKD, tidak ada sistem remedial.
Proses ujian sudah selesai dilaksanakan pada 5 dan 6 Mei.
Ditambah ujian susulan pada 15 dan 16 Mei.
Diikuti sebanyak 13.509 siswa untuk ujian literasi hari pertama, dan 13.513 siswa untuk ujian numerasi hari kedua.
Ada pun yang tidak ikut sebanyak 136 siswa pada hari pertama.
Lalu hari kedua sebanyak 132 siswa.
”Yang tidak ikut bisa karena sakit, merupakan siswa disabilitas, dan faktor lainnya,” sebut Adhim.
Untuk siswa yang nilai rata-rata rapornya 85, berhak mengikuti jalur prestasi akademik dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Seleksi itu berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Di samping jalur prestasi akademik, masih ada jalur lain yang dibuka dalam SPMB 2025 seperti domisili, afirmasi, dan mutasi.
Terpisah, Kepala SDN Lowokwaru 3 Anis Yuniati menjelaskan kalau sampai sekarang nilai UKD belum diumumkan.
Dia berharap capaian UKD di tempatnya sesuai harapan siswa-siswi yang sudah belajar secara maksimal.
”Apalagi anak-anak juga mengikuti pelajaran tambahan dari masing-masing wali kelas,” kata Anis.
Baca Juga: PPDB Resmi Ganti Nama Menjadi SPMB, Ini Syarat Masuk SD di Kota Malang
Pelajaran tambahan itu biasanya diikuti mulai hari Senin sampai Kamis.
Pelajaran tambahan yang diikuti untuk dua mata pelajaran yang diujikan.
Yakni literasi dan numerasi. (mel/by)
Editor : A. Nugroho