MALANG KOTA – Persiapan menjelang Idul Adha mulai dilakukan. Diperkirakan, tahun ini ada 7.500 hewan kurban yang disembelih di Kota Malang. Pemkot Malang telah menyiapkan tim khusus untuk memantau kesehatan hewan.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Anton Pramujiono menjelaskan, hewan kurban terdiri dari 1.800 ekor sapi, 5.200 kambing, dan 500 domba. Pemeriksaan sudah dimulai tanggal 2 sampai 9 Juni 2025 di lima kecamatan.
”Untuk tanggal 2 sampai 4 pemeriksaan di penjualan hewan. Kemudian mulai tanggal 5 beralih lokasi penyembelihan hewan, masjid maupun musala,” jelas Anton.
Ada dua metode pemeriksaan yang dilakukan, yaitu postmortem dan ante mortem. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban. Selain itu juga mencegah persebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan penyakit zoonosis lainnya.
Dispangtan Kota Malang akan menerjunkan lima tim dari gabungan petugas Dispangtan. Kemudian ada mahasiswa dari UB yang disebar ke tiap kecamatan.
”Total ada 62 petugas dari internal Dispangtan, ditambah 400 mahasiswa dari FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) UB dan 250 mahasiswa Fapet (Fakultas Peternakan) UB,” kata dia.
Hingga pertengahan Mei, belum ada data resmi terkait arus masuk hewan kurban ke Kota Malang. Diprediksi distribusi hewan akan terlihat pada H-7 Idul Adha dengan jumlah yang tidak berbeda jauh dari target hewanyang diperiksa.
”Tahun ini kami tidak mendirikanpos pemeriksaan di perbatasan. Pemantauan bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan lapangan mulai 2 Juni,” terangnya.
Dia menegaskan, hewan kurban harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Editor : A. Nugroho