MALANG KOTA – Kabar duka mewarnai pelaksanaan ibadah dari jemaah haji asal Kota Malang. Minggu lalu (25/5), jemaah haji kloter 76 yang bernama Gogok Priadi Djasmin tutup usia. Dia meninggal karena memiliki riwayat penyakit vertigo dan mengeluh sakit pada lambung.
Kabar meninggalnya Gogok dibenarkan oleh Ketua Kloter 76 Zulkarnain M. Hanafi. Menurut Zulkarnain, Gogok merupakan warga Kecamatan Klojen sekaligus pengasuh di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah yang ada di Jalan Galunggung, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen.
Zulkarnain menjelaskan, Gogok wafat sehari setelah tiba di Makkah. Tepatnya pada pukul 14.00 waktu setempat.
”Beliau meninggal dalam usia yang ke-56 tahun,” kata dia.
Zulkarnain melanjutkan, sejak awal Gogok memang memiliki riwayat penyakit. Kemudian, pihak kloter dibantu petugas penyelenggara ibadah Haji segera melakukan pertolongan saat Gogok mengalami sesak.
”Padahal selama perjalanan ke Tanah Suci, beliau enjoy saja,” sambung dia.
Belum sempat dibawa ke rumah sakit, Gogok sudah wafat. Kendati demikian, pihak keluarga maupun istri Gogok yang ikut ibadah Haji menerima kejadian tersebut. Sementara untuk jemaah lain, Zulkarnain menyebut dalam kondisi sehat.
Ada sebanyak 376 jemaah dan empat petugas yang tergabung dalam kloter 76.
”Jemaah lain dalam kondisi baik. Meski ada yang memiliki risiko tinggi atau penyakit bawaan, tim kesehatan selalu tanggap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang Ahmad Shampton Masduqie juga membenarkan perihal meninggalnya salah satu jemaah haji.
”Namun untuk jemaah-jemaah dari kloter lain Insha Allah dalam kondisi baik,” tegasnya.(mel/adn)
Editor : A. Nugroho