Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peserta Bisa Belajar Sejarah secara Langsung, yang Diselenggarakan Malang Good Guide (MGG)

Aditya Novrian • Minggu, 15 Juni 2025 | 18:19 WIB
KOLABORASI: Peserta Malang Walking Race di pertokoan Kajoetangan, Kecamatan Klojen, Oktober 2024 lalu.
KOLABORASI: Peserta Malang Walking Race di pertokoan Kajoetangan, Kecamatan Klojen, Oktober 2024 lalu.

JALAN sambil menjelaskan sejarah itu sudah biasa. Namun, bagaimana kalau mengenalkan sejarah melalui lomba jalan? Itulah yang dilakukan Malang Good Guide (MGG). Mereka menggabungkan kegiatan walking tour dengan permainan seru bertema sejarah. Konsep itu jadi cara unik mengenalkan kembali wajah-wajah lama Kota Malang.

MGG lahir pada 2020 dari keresahan tiga orang muda atas minimnya pengetahuan sejarah lokal. Awalnya, mereka hanya menggelar tur santai ala anak nongkrong. Tapi makin ke sini, MGG aktif berkolaborasi dengan komunitas jalan kaki.

Sejak 2022, mereka mulai menyasar acara seperti Malang Walking Race, Footish Malang, hingga Reli Kampung. Semuanya mengusung konsep berjalan kaki menyusuri kota. Namun, yang membedakan, rute yang dilalui selalu melewati titik-titik bersejarah.

Mulai Kajoetangan, Jodipan, hingga Klojen. ”Paling sering rutenya ya di tiga kawasan itu. Soalnya banyak banget cerita sejarahnya,” tutur Eko Ari Purwoko, salah satu pendiri MGG.

Tak sekadar lewat, peserta juga diajak memecahkan teka-teki yang berisi petunjuk ke lokasi tertentu. Setiap checkpoint yang ditemukan menyimpan kisah. Bisa tentang bangunan tua, peristiwa penting, atau fakta tersembunyi yang bahkan orang Malang sendiri belum tentu tahu.

”Pernah kami kasih petunjuk ‘hotel setelah hujan’. Ternyata jawabannya Hotel Pelangi,” ucap Eko.

Yang bikin salut, informasi sejarah yang dipakai Eko dan tim tidak diambil asal dari internet. Ia rajin menelusuri jurnal-jurnal ilmiah, terutama dari universitas di Belanda seperti Leiden University. Ia juga berdiskusi dengan akademisi dan dosen arsitektur yang concern pada pelestarian bangunan tua.

Ke depan, MGG menyiapkan konsep yang lebih segar. Salah satunya permainan monopoli berisi landmark sejarah Kota Malang. “Rencananya, bakal kami pakai sebagai clue di Malang Walking Race bulan Desember nanti,” pungkasnya. (zan/adn)

Editor : A. Nugroho
#sejarah #walking tour #bertema #malang