MALANG KOTA – Optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi ke depan terus menguat. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dicatat Bank Indonesia (BI) Malang pada Juni lalu. Setelah di Mei berada di level 145,00, bulan lalu IKK menembus angka 151,25.
Kenaikan itu menjadi sinyal positif terhadap harapan pemulihan konsumsi sektor rumah tangga. Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Febrina menjelaskan, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) per Juni berada di level 141,25. Capaian itu menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga dan ketersediaan lapangan kerja dinilai membaik oleh masyarakat.
”Selain IKE yang meningkat, IEK (Indeks Ekspektasi Konsumen) saat ini berkembang di angka 161,25,” ujar Febrina. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan Mei yang hanya berada di level 155,00. Lonjakan IEK menjadi penanda bahwa ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha dan kondisi ketenagakerjaan dalam enam bulan ke depan sangat positif.
Khusus ekspektasi terhadap kegiatan usaha, indeks naik signifikan dari 153,0 menjadi 166,0. Begitu pula pada indeks ekspektasi lapangan kerja yang meningkat dari 147,0 menjadi 150,5.
Kondisi itu diharapkan akan berdampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga. Dengan keyakinan ekonomi yang lebih baik, masyarakat diyakini akan lebih berani meningkatkan belanjanya.
”Peningkatan IKK diharapkan bisa berdampak pada konsumsi rumah tangga, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Febrina.
Meski begitu, BI Malang mencermati bahwa pemulihan belum sepenuhnya merata. Indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) justru mengalami moderasi. Dari 134,5 pada Mei, menurun menjadi 131,5 pada Juni.
Febrina menilai tren itu masih wajar. Apalagi, tekanan ekonomi global masih tinggi dan membuat rumah tangga lebih berhati-hati melakukan pembelian barang jangka panjang.
”Perlahan sudah kami berikan stimulus-stimulus pada masyarakat, termasuk pemantauan secara terus-menerus pada inflasi,” jelasnya. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho