Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Targetkan Okupansi 80 Persen, Hotel Siap Genjot Kinerja pada Semester Dua

Bayu Mulya Putra • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:30 WIB

 

MULAI MENINGKAT: Beberapa pengunjung melakukan reservasi di Hotel Whiz Prime, kemarin (23/7).
MULAI MENINGKAT: Beberapa pengunjung melakukan reservasi di Hotel Whiz Prime, kemarin (23/7).

MALANG KOTA - Kinerja sektor perhotelan di Kota Malang pada semester pertama sempat mengalami penurunan yang signifikan. Mayoritas hotel mengeluhkan sepinya pengunjung hingga pendapatan turun 50 persen. Penyebabnya beragam. Mulai dari praktik efisiensi belanja daerah oleh pemerintah hingga penurunan daya beli masyarakat.

Penurunan okupansi itu dirasakan para pengelola hotel hingga bulan Mei. Hunian kamar dan ruang rapat yang seret mengakibatkan sejumlah karyawan harian di beberapa hotel terpaksa dirumahkan. Pihak hotel tidak bisa menanggung biaya operasional yang besar ketika pendapatan menurun signifikan.

”Pendapatan kami mulai berangsur meningkat di bulan Juni,” ujar Ketua Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki. Itu setelah pihaknya kerap berkonsultasi dengan Pemkot Malang terkait efisiensi belanja pemerintah. Pertemuan intens itu menuai hasil kebijakan efisiensi yang dilonggarkan, sehingga perlahan okupansi hotel dari sektor pemerintah mulai kembali.

Pada bulan Juni juga bertepatan libur sekolah dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-IX. Baik wisatawan biasa maupun wisatawan bawaan Porprov seperti ofisial dan atlet cukup banyak. Okupansi hotel ikut naik hingga 65 persen saat itu. Khusus untuk hotel bintang 3 dan 4, okupansinya bisa sampai 100 persen karena banyak dipesan atlet.

Dengan pertimbangan realistis, PHRI mulai menargetkan pertumbuhan okupansi hingga 80 persen pada semester kedua. Pihaknya belajar dari penurunan drastis okupansi pada awal tahun sehingga tidak akan sepenuhnya mengandalkan event pemerintah. ”Tidak langsung (targetnya) 100 persen mengingat semester kedua sudah tidak ada long weekend lagi,” lanjut pria berusia 63 tahun itu.

Agoes menambahkan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjanjikan seribu event untuk Kota Malang. Namun tidak semua event bisa menarik kunjungan wisatawan. Untuk itu, dia bakal memetakan event apa saja selama enam bulan ke depan yang akan berpotensi menarik pelanggan.

”Kami juga menggandeng event-event yang diselenggarakan oleh swasta,” paparnya. Potensi yang tinggi ada pada event sport dan seni. Seperti konser dan perlombaan di segmen olahraga.

Di tempat lain, Aziz, General Manager Whiz Prime Hotel menargetkan 95 persen okupansi hingga akhir tahun. Saat ini di hotelnya rata-rata sudah 85 persen kamar yang terisi. Namun pihaknya juga mencatat tingkat hunian tahun 2024 masih lebih bagus daripada tahun ini.

”Dalam periode yang sama Januari-Juni tahun 2024 okupansinya sampai 90 persen,” ujar Aziz. Untuk mewujudkan target okupansinya, dia memastikan bakal bekerja keras. Sebab mulai Juli hingga November sudah tidak ada lagi momen long weekend. Peluang terbesar pada bulan Desember bertumpu pada momen libur Natal dan Tahun Baru. (aff/by)

 

Editor : A. Nugroho
#Okupansi #Perhotelan #target #PHRI Kota Malang