MALANG KOTA - Sumardi, 50, dan rekannya Andi Setiawan, 24, dikejutkan dengan penemuan benda yang diduga granat pada Rabu lalu (30/7). Benda tersebut ditemukan rekan tukang di bangunan yang hendak digunakan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lokasi bangunan itu berada di Jalan Candi Bajang Ratu Blok I Nomor 2, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.
Dari pantauan koran ini, bangunan di sana dipenuhi dengan material seperti paving dan pasar. Beberapa material itu tersedia karena akan digunakan untuk kebutuhan perbaikan di bagian belakang bangunan.
Sumardi menjelaskan kalau benda yang diduga granat awalnya ditemukan pada Senin (28/7).
Granat tersebut berada di bagian belakang rumah yang hendak dijadikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan septic tank. Ditemukan dalam lubang pada kedalaman 1,4 meter. ”Awalnya rekan saya mengira kalau itu batu, sehingga dibiarkan,” ungkap Sumardi. Selanjutnya, dia dan Andi datang pada Rabu lalu (30/7) untuk membantu pengerjaan rumah.
Saat mengerjakan bagian belakang, keduanya melihat granat yang semula dikira batu. Ketika dipegang ternyata besi. Sumardi pun mencoba mengecek di YouTube. Dari pencarian mereka, bentuknya menyerupai granat nanas. Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, keduanya lantas melapor ke mandor, yakni Mulyono.
Mulyono mengatakan kalau dia juga baru mengetahui adanya granat, kemarin. Sebelumnya, dia jarang mengunjungi bangunan untuk SPPG. ”Saya hanya tahu kalau yang menyuruh memperbaiki bangunan untuk kebutuhan SPPG bernama Pak Tri dari Kecamatan Klojen,” terangnya.
Selama ini, Mulyono juga hanya berkomunikasi dengan orang kepercayaan Tri. Namun terkait status bangunan, lelaki asal Kelurahan Bandulan itu tidak tahu menahu. Dari penelusuran koran ini, bangunan itu dulunya pernah digunakan untuk Kantor PT Reka Yakti Sadhana yang bergerak melayani pesanan ventilasi hingga pemasangan pendingin udara. ”Yang jelas, orang kepercayaan Pak Tri sudah mengecek ke lokasi,” imbuhnya.
Kapolsek Blimbing AKP M. Roichan belum mau buka suara terkait penemuan tersebut. Pihak kepolisian hanya sebatas melakukan pengamanan di lokasi dengan memasang garis polisi sambil menunggu tim penjinak bom. (mel/by)
Editor : A. Nugroho