Radar Malang — Selain estetika, ada nilai sejarah yang turut diusung dalam event tempo doeloe-an. Seperti event yang rutin diselenggarakan warga Klampok Kasri, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Event bertajuk Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) menjadi salah satu acara ikonik dan dinantikan masyarakat.
”Tahun ini akan kami selenggarakan yang keempat kalinya. Tepatnya nanti pada 9 sampai 13 September,” kata Agus Riyanto, salah seorang Panitia KJB 2025. Agus dkk berkomitmen untuk selalu menciptakan konsep merawat sejarah setiap tahunnya.
Seperti tahun pertama hingga ketiga, KJB mengangkat tema lokomotif. Tema itu dipilih karena wilayah Klampok Kasri dulunya merupakan jalur lokomotif berupa lori untuk mengangkut tebu. ”Kalau tahun ini, konsepnya mengangkat cikar. Sebab dulu wilayah Klampok Kasri juga kerap dilewati cikar,” cerita dia.
Dengan tema tersebut, Agus ada misi edukasi terhadap anak muda di wilayah Klampok Kasri dan sekitarnya. Menurut dia, konsep tempo dulu tidak hanya sekadar mengenakan busana zaman dulu. Ataupun dilengkapi dengan ornamen dekorasi joglo.
Namun, pemilihan konsep yang ikonik dari daerah itu juga menjadi poin penting dalam menarik pengunjung. Untuk lebih menghidupkan tema yang diangkat, Agus mengaku tengah bersiap untuk membuat beberapa ikon. Tentunya ikon yang berasal dari bahan zaman dulu berupa bambu.
Sehingga, nuansa zaman dulunya lebih terasa. ”Kami libatkan panitia untuk membuat ikon itu, kemungkinan nanti menjelang dua minggu sebelum acara,” kata dia. Event yang akan digelar di sepanjang Jalan Poros Klampok Kasri RT 02, Kelurahan Gading Kasri itu akan melibatkan sekitar 120 stan. Orang di luar daerah bisa berkunjung secara bebas tanpa dipungut biaya masuk.
KJB juga mempersembahkan kesenian tradisional, kesenian jalanan, gebyar UMKM serta daur ulang show. ”Nanti mereka dapat sekaligus menikmati kuliner tradisional,” imbuh Agus. Menurut Agus, antusiasme masyarakat setiap tahun cukup tinggi. Baik pengunjung maupun pelaku UMKM-nya. (ori/by)
Editor : A. Nugroho