Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sampaikan Cerita Rakyat Panji Asmarabangun dalam Lukisan di Malang Creative Center

Aditya Novrian • Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:50 WIB
BELAJAR SEJARAH: Seorang pengunjung MCC melihat salah satu lukisan yang menceritakan Panji Asmarabangun kemarin.
BELAJAR SEJARAH: Seorang pengunjung MCC melihat salah satu lukisan yang menceritakan Panji Asmarabangun kemarin.

MALANG KOTA – Kisah cinta klasik Panji Asmarabangun dan Galuh Chandrakirana kembali dihidupkan dengan cara yang tak biasa. Lewat 14 lukisan, pelukis muda asal Malang Aliya Sakina Murdoko menyampaikan kembali epos yang nyaris terlupakan oleh generasi muda.

Seluruh lukisan itu kini dipamerkan di Malang Creative Center (MCC) kemarin. Ini menjadi pameran kedua Aliya yang mengangkat kisah dari Kerajaan Jenggala tersebut.

”Kalau secara cerita tidak banyak berubah, tapi kali ini saya tambahkan dua adegan yang belum sempat saya lukis tahun lalu,” ujar Aliya.

Dua lukisan baru tersebut berjudul Pertapaan Dewi Kilisuci dan Pelarian Candrakirana. Menurut Aliya, bagian itu krusial dalam menggambarkan kompleksitas emosi dan perjuangan para tokoh utama. Sebab, kisah Panji tak hanya soal cinta, tapi juga tentang pengorbanan dan pencarian jati diri.

Kisah bermula dari Panji yang berasal dari Kerajaan Jenggala. Dia jatuh cinta pada Galuh Candrakirana. Namun untuk melindungi negerinya, Panji rela berpisah dengan Galuh. Dalam pelariannya, Galuh menyamar menjadi perampok dan sosok-sosok lain demi bisa menyatu kembali dengan sang kekasih. Kisah ini ditutup dengan kesediaan keduanya merasakan penderitaan demi cinta dan tanah air.

”Saya menggali cerita lewat referensi daring dan berdiskusi dengan seniman Topeng dari Tumpang,” terang Aliya.

Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah perpaduan antara cat minyak dan akrilik di atas kanvas. Visualisasi dalam tiap lukisan menggambarkan dinamika emosional dan transisi tokoh-tokohnya dengan warna-warna kuat dan narasi visual yang runtut.

”Kisah Panji ini bisa jadi alternatif untuk menghidupkan kembali seni rupa yang berakar dari budaya Indonesia. Di dalamnya ada nilai perjuangan, spiritualitas, dan kemanusiaan,” ucap Saiful. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#Malang Creative Center (MCC) #cerita rakyat #Kota Malang #pameran #Lukisan